Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
45 Sawa Ikuti Ngaben Massal di Pura Dalem Trinayana
BERITABALI.COM, NTB.
Sebanyak 45 Sawa mengikuti kegiatan ngaben massal di Pura Dalem Trinayana, Desa Jagaraga, Kuripan, Lombok Barat, Senin (1/8). Keseluruhan Sawa yang diabenkan ini berasal dari tiga desa di Kecamatan Kuripan.
Upacara Ngaben Massal ini diselenggarakan Pemdes Jagaraga di Pura Dalem Trinayana.
"Hal ini sekaligus merupakan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Desa Jagaraga yang ke-72," jelas I Wayan Wardika, Sekretaris Panitia Ngaben Massal Desa Jagaraga.
Tradisi Ngaben adalah sebuah tahap terakhir perjalanan manusia di bumi yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga akhir-akhir ini mulai ditradisikan “Ngaben Massal” agar dapat meringankan beban biaya pengeluaran keluarga yang ditinggalkan.
Kata Wayan Wardika, walaupun harus melakukannya dengan massal, tradisi Ngaben ini tak akan mengurangi makna dari upacara yang diselenggarakan karena menyesuaikan dengan dasar agama.
Lanjut Wayan Wardika, pemerintah setempat dalam hal ini Pemdes Jagaraga, mendorong masyarakatnya dan mengapresiasi penyelenggaraan tradisi Ngaben Massal ini agar dapat berjalan lancar.
Diawali dengan pembacaan Puja Astuti oleh Jro Mangku I Dewa Putu, juga laporan Ketua panitia ngaben massal, I Gede Rena.
Sambutan juga disampaikan dari Kepala Desa Jagaraga, M Hasyim ST, serta oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid turut hadir.
Selain Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, kegiatan ngaben massal ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Lombok Barat dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan ngaben massal yang diselenggarakan oleh pemdes Jagaraga ini. Gubernur Zul mengaku turut senang hadir pada kegiatan tersebut.
Gubernur Zul berpesan walaupun dengan segala perbedaan yang ada khususnya masyarakat NTB, tali persaudaraan dan persahabatan harus terus terjalin.
“Walupun kita berbeda keyakinan, beda suku, beda warna kulit sekalipun, kita harus tetap menjaga tali persaudaraan, persahabatan dan toleransi antar agama,” ucapnya.
Gubernur juga berharap ke depannya dapat terus bersilaturahim serta hadir pada kegiatan-kegiatan lainnya sehingga tali persaudaraan bisa tetap terjalin.
Baca juga:
Dewa 19 Tutup Konser di Lombok
"Mudah-mudahan dengan acara seperti ini, kita bisa terus saling mendukung di dunia dan seterusnya sampai pada kemudian hari.
"Atas nama Pemerintah Provinsi NTB kami mengucapkan terima kasih. NTB adalah milik kita bersama, mari jalin terus rasa toleransi antar agama," pesannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan