Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Evakuasi Bangkai Paus di Banyuwangi Terkendala
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Evakuasi bangkai paus di Pantai Bulusan Banyuwangi terkendala bobot berat paus yang diperkirakan mencapai 30 ton dan daging paus yang alos sehingga sulit ditembus gergaji.
Sebelumnya petugas telah melakukan berbagai upaya untuk mengevakuasi bangkai paus tersebut. Pada Kamis 4 Agustus 2022 petugas bahkan telah mengerahkan tiga unit alat berat mulai dari loader, forklift dan backhoe.
Baca juga:
Empat Paus Pilot Terdampar di Pantai Nyanyi
Petugas berupaya menarik menggunakan alat berat tersebut, namun bangkai seolah tak bergeming. Hanya bergoyang-goyang saja mengikuti gerakan ombak. Maklum dengan ukuran mencapai 16,5 meter dan bobot diperkirakan mencapai 30 ton ini jelas menyulitkan petugas.
"Kita upayakan untuk bisa naik ke permukaan dulu," kata salah petugas BPBD Banyuwangi yang berada di lokasi, Kamis (4/8/2022).
Baca juga:
Paus Punggung Bongkok Terdampar di Batubelig
Evakuasi sempat dilakukan dengan cara menggergaji tubuh mamalia laut raksasa itu. Namun sempat terkendala karena gergaji sulit menembus daging paus yang alot.
"Ada minyak yang muncul dari daging Paus, lengket jadinya. Juga posisinya di air, jadi agak susah," ungkapnya.
Sebagai informasi seekor paus berukuran besar terdampar di perairan pantai Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (1/8/2022) sekitar pukul 13.00 WIB. Paus itu mati beberapa jam pasca terdampar.
Hingga hari ke lima ini petugas masih belum berhasil mengevakuasi bangkai paus tersebut.
Aktivitas Nelayan Terganggu
Warga pesisir Pantai Bulusan Banyuwangi meminta proses evakuasi bangkai paus dipercepat. Sudah lima hari bangkai mamalia laut raksasa itu tergeletak di bibir pantai setempat.
Baca juga:
400 Paus Terdampar di Pantai Selandia Baru
Salah seorang warga, Saini (50) mengatakan, bangkai paus sangat menggangu aktivitas masyarakat. Selain bau busuk yang ditimbulkan, bangkai paus itu juga menutup akses keluar masuk perahu nelayan. Sehingga sejak beberapa hari lalu nelayan tidak bisa melaut.
"Baunya mengganggu sekali, nelayan tidak bisa melaut karena bangkai ini," kata dia, Jumat (5/8/2022).
Pihaknya meminta pemkab Banyuwangi untuk mempercepat proses evakuasi. Bila upaya penguburan di darat sulit dilakukan, Ia meminta agar bangkai ditarik ke tengah laut dan ditenggelamkan.
"Saran saya kalau memang sulit dikubur ya dibawa ke tengah laut saja, ditenggelamkan dan dikasih pemberat," ujarnya. (sumber:liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan