Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Badai Matahari Kanibal Akan Hantam Bumi Hari Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangkaian ledakan di Matahari dapat menyebabkan badai Matahari "kanibal" yang menghantam Bumi. Dalam beberapa hari terakhir, Matahari mengalami dua lontaran massa koronal atau CME, di mana partikel-partikel keluar dari permukaan Matahari.
Semburan partikel tersebut saat ini sedang menuju Bumi, di mana itu dapat menyebabkan gangguan pada satelit dan sistem penting lainnya.
Saat kedua ledakan itu menuju ke arah Bumi, bersama-sama keduanya bisa saling "memakan" satu sama lain, sehingga dapat menjadi satu ledakan yang lebih kuat.
Kanibalisme seperti itu terjadi ketika satu CME terlempar keluar dari Matahari, kemudian diikuti oleh ledakan lain yang lebih energik dan lebih cepat, yang akan "memakan" semburan pertama.
Menurut laporan Live Science, ledakan Matahari pertama terjadi pada Minggu (14/8/2022), sementara CME kedua terjadi pada Senin (15/8/2022).
Kedua ledakan Matahari tersebut diperkirakan akan menghantam Bumi sekitar pada hari ini, Kamis (18/8/2022) atau Jumat (19/8/2022).
Ada kemungkinan kedua lontaran itu akan menghasilkan badai geomagnetik kelas G3, yang disebut sebagai badai kuat.
Peristiwa semacam itu dikategorikan dalam skala mulai dari G1 hingga G5, dengan kelas terakhir dapat menyebabkan masalah sistem tenaga yang meluas dan pemutusan komunikasi.
Dilansir dari Independent, Kamis (18/8/2022), para ahli memperkirakan skenario paling buruk bahwa badai Matahari minggu ini hanya mencapai kelas G3.
Itu dapat menyebabkan masalah kecil untuk beberapa sistem tenaga, gangguan pada satelit, dan masalah dengan sistem navigasi.
Peristiwa ini juga dapat memicu terjadinya aurora di wilayah selatan yang lebih jauh dari biasanya.
Dengan kata lain, fenomena tersebut juga dapat terlihat di langit Inggris Utara atau New York.
Para pengamat mengatakan bahwa Matahari masih dalam periode yang sangat aktif. Para ilmuwan memperkirakan akan terjadi tingkat aktivitas Matahari tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan