Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bulog Berencana Bangun Pabrik Sagu Pengganti Gandum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perum Bulog berencana membangun pabrik sagu dalam rangka sebagai pengganti gandum yang terpengaruh ketidakpastian harga komoditas pangan global.
"Harapannya Bulog ke depannya juga memiliki rencana untuk membangun pabrik sagu," ujar Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perum Bulog Budi Cahyanto dalam seminar daring Forum Merdeka Barat 9, Jumat (19/8/2022).
Ia berharap, dengan keberadaan pabrik tersebut nantinya kebutuhan sagu akan naik, dan Bulog menawarkan sagu sebagai komoditas pengganti gandum.
Selain itu, gandum selama ini ada yang digunakan untuk kebutuhan pakan hewan ternak, karena kebutuhan pakan ternak ada komposisinya yakni jagung atau gandum sebagai penggantinya.
Gandum dikenal sebagai pengganti jagung terkait kebutuhan pakan hewan ternak. Hal ini dikarenakan mungkin kondisi jagung di pasar Indonesia harganya naik sehingga kebutuhan pakan ternak mengambil dari gandum.
Namun, kini Indonesia sudah swasembada jagung dan produksi jagung dalam negeri demi memenuhi kebutuhan ternak diharapkan bisa terpenuhi tanpa impor. Hal ini juga bisa menjaga harga jagung di tingkat petani.
Sehingga, gandum yang akan diimpor hanya untuk food grade atau kebutuhan makanan seperti pembuatan roti yang memang dikonsumsi oleh masyarakat luas.
"Secara umum dengan isu harga gandum yang naik, kemudian gandum juga bukan bahan makanan konsumsi utama di Indonesia sehingga Indonesia masih dapat bertahan," kata Budi, dikutip dari Antara.
Dalam kesempatan sama, Ketua Dewan Pakar DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Agus Pakpahan mengatakan dengan masuk pada dimensi fungsionalitas maka sumber karbohidrat bukan hanya dari beras, melainkan juga dari sagu, sukun dan sebagainya.
"Kalau kita sambungkan sumber karbohidrat ada di sagu, ubi jalar, dan tanaman-tanaman sumber karbohidrat lainnya kemudian dijadikan semuanya tepung dengan program kebijakan tepungnisasi maka Indonesia bisa mendapatkan tepung nusantara yang merupakan sumber karbohidrat," pungkas Agus.
Hal ini tentunya bisa lebih dari swasembada pangan dan menghidupkan wilayah-wilayah di Indonesia, misalnya wilayah produsen sagu di Riau, Maluku, dan Papua sebagai pemasok utama. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan