Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kominfo Trending Topic Twitter, Dugaan Kebocoran Data
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kominfo menjadi perbincangan hangat warganet pengguna media sosial setelah dilaporkan sebanyak 1,3 miliar data kartu SIM diduga bocor dan dijual di forum gelap. Akibat hal tersebut, terpantau kata kunci Kominfo menduduki Trending Topic Twitter Indonesia sebanyak lebih dari 6.200 tweet.
"Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita untuk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam. Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, no HP, provider, tanggal registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor dan dijual #BlokirKominfo," tulis akun @secgron
Melalui cuitan tersebut, banyak pengguna yang mengeluh atas kebocoran data pribadi yang kerap terjadi di Indonesia. Beberapa warganet juga menyindir tentang lapisan keamanan Kominfo dan kinerja Kementerian tersebut.
"Kominfo: nanti akan kami blokir websitenya. Negara kok open source sih @kemkominfo?" komentar @ndagels
"Negara open source. Kalau Kominfo nggak becus kerja, mending dibubarin aja," tambah @Jam2359WIB
"Hello @kemkominfo, kejadian berulang cuman beda instansi. Ini hackernya yang jago atau securitynya yang lemah ya?" sahut @mhafil
Di sisi lain, tak sedikit warganet yang sarkas mengaku bahwa mereka tidak heran jika kasus kebocoran data kembali terjadi.
"Halo Kominfo. Ada kejutan lagi. Eh, udah nggak kaget ding. Udah biasa lihat ginian. Maaf sekali, saya udah nggak percaya sama negara. Suka-suka kalian aja negeri mau diapain. Rakyat mah, tinggal nuntut pejabat-pejabat di akhirat aja," cuit @regalia_wind.
Tak sedikit pula warganet yang mencuitkan rasa kesalnya dan menyindir Kominfo tentang "kemampuan" kementerian tersebut karena terlalu sering kasus kebocoran data terjadi.
"Skill Kominfo yang kalian tidak ketahui: satu, dapat memblokir APK. Dua, dapat memancing amarah orang," timpal @Budi00064700
Informasi kebocoran data ini sendiri pertama kali dibagikan oleh pengguna akun Twitter Muh. Rifqy Priyo S. Terungkap ukuran data yang bocor mencapai 87GB.
Isi data yang bocor mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, nama provider, dan tanggal registrasi. Akun pengunggah data bahkan memberikan akses 2 juta sampel data yang dapat diunduh secara gratis.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan