Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Anggota Terakhir Suku Asli Brasil Telah Meninggal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Anggota terakhir dari suku asli di Brasil, yang hidup tanpa kontak dengan dunia luar, telah meninggal dunia. Pria yang namanya tidak diketahui itu hidup dalam isolasi total selama 26 tahun terakhir. Dia diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.
Dikenal sebagai "Man of the Hole" atau "Manusia Lubang", dia menggali lubang-lubang yang dalam, beberapa di antaranya dia gunakan untuk menjebak hewan liar, sedangkan lubang lainnya sebagai tempat persembunyian.
Jenazahnya ditemukan pada 23 Agustus lalu di luar gubuk jeraminya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Pria itu merupakan anggota terakhir dari kelompok masyarakat adat di Tanaru, Rondnia, Brasil, yang berbatasan dengan Bolivia. Enam orang anggota terakhir lainnya dari suku itu telah tewas dibunuh pada 1995.
Sebagian besar orang-orang dari suku itu diperkirakan telah dibunuh pada awal 1970-an oleh para peternak yang ingin memperluas lahan mereka.
Namun, "manusia lubang" itu diduga meninggal secara alami.
Tidak ada tanda-tanda serangan di wilayah tempat tinggalnya. Pihak berwenang mengatakan tidak ada hal di gubuknya yang terganggu, namun polisi masih melakukan penyelidikan post-mortem.
"Manusia lubang" telah dipantau keselamatannya oleh agen dari Badan Urusan Adat Brasil (Funai) sejak 1996.
Pada 2018, anggota Funai berhasil memfilmkan pria itu dalam sebuah pertemuan yang tidak disengaja di hutan.
Dalam rekaman itu, dia terlihat menebang phon menggunakan sesuatu yang menyerupai kapak. Dia tidak terlihat lagi sejak saat itu, namun agen Funai menemukan gubuk jeraminya serta lubang-lubang yang dia gali.
Pada beberapa lubang, terdapat paku runcing di bagian bawah dan diperkirakan sebagai perangkap untuk berburu hewan. Sedangkan lubang-lubang lainnya diyakini sebagai ruang persembunyian yang digunakannya ketika orang lain mendekat.
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di gubuk dan di tempat perkemahannya, terlihat bahwa dia menanam jagung, ubi kayu, serta buah-buahan seperti pepaya dan pisang.
Ada sekitar 240 suku asli di Brasil. Survival International, sebagai kelompok yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat mengatakan banyak yang terancam karena penambangan ilegal, penebangan, serta pelanggaran batas wilayah oleh petani.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan