Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Ingin Hajar Putin, Wanita Ukraina Ramai-Ramai Masuk Militer
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wanita Ukraina mulai memilih untuk bergabung dengan militer. Hal ini dilakukan untuk memperkuat negara itu yang sedang berperang dengan Rusia.
Sejak serangan Rusia ke Ukraina, jumlah wanita yang secara sukarela bergabung dengan militer Ukraina telah melonjak. Ada sekitar 50.000 wanita yang bertugas di angkatan bersenjata Ukraina dalam peran tempur dan non-tempur, di mana sekitar 10.000 di antaranya saat ini berada di garis depan perang.
Salah satu wanita Ukraina yang bergabung adalah Diana. Wanita berusia 23 tahun itu bahkan telah menjalankan latihan untuk membentuk formasi menyerang. Ia juga telah diberi mandat untuk memberikan aba-aba terhadap pasukan lainnya.
"Saya tidak berpikir saya akan berada di militer ketika saya tumbuh dewasa," kata Diana kepada Al Jazeera, dikutip Senin (19/9/2022).
"Seperti setiap gadis kecil, saya hanya ingin menjalani kehidupan yang bahagia, bekerja untuk dapat melakukan perjalanan dan melihat dunia."
Saat tank-tank Rusia meluncur menuju Kyiv pada hari-hari awal perang, saudara laki-laki Diana mendaftar untuk berperang melawan pasukan Moskow. Ini juga kemudian mendorongnya untuk bergabung dalam posisi tempur.
"Saya tidak bisa hanya tinggal di samping, jadi saya bergabung dengannya," tambahnya.
Layanan militer di Ukraina untuk wanita bersifat sukarela, tetapi pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mewajibkannya bagi wanita dengan keahlian tertentu. Meski begitu, keputusan ini kemungkinan belum akan diketok hingga tahun depan.
Salah satu wanita dengan keahlian khusus ini adalah Natalia. Wanita berusia 38 tahun ini sebelumnya merupakan suster. Saat perang, ia bergabung dengan militer dan ditempatkan sebagai medis.
"Saya ingin berada di garis depan perang ini karena saya ingin membantu tentara yang saya layani," kata Natalia, setelah berlatih simulasi memasang torniket di kaki prajurit yang terluka.
"Kita perlu memenangkan perang ini sesegera mungkin dan kembali ke perdamaian karena kota-kota kita dihancurkan dan orang-orang terbunuh - pria dan wanita. Cukup sudah."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2047 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1918 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1416 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan