Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Harga Bahan Baku Baterai Melonjak, Kendaraan Listrik Mahal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Melambungnya harga Lithium dunia diperkirakan bakal turut memberikan efek terhadap penjualan kendaraan listrik. Yaitu munculnya kekhawatiran bahwa harga kendaraan listrik ikut melonjak, jadi semakin mahal.
Tercatat harga Lithium karbonat mencapai rekor tertinggi, yakni 71.315 dolar Amerika Serikat (AS) per ton di China. Kenaikan harga material utama baterai kendaraan listrik ini terjadi karena permintaan yang semakin kuat.
Asosiasi Mobil Penumpang China memperkirakan kenaikan penjualan kendaraan listrik bisa mencapai 6 juta unit pada akhir 2022 di tengah transisi menuju kendaraan listrik. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat lebih dibandingkan 2021.
"Produksi dan penjualan EV tetap stabil dalam beberapa bulan terakhir. Ini bisa menyebabkan kebutuhan baterai tetap tinggi sehingga bahan baku Lithium berkurang," tulis sebuah perusahaan riset, Rystad Energy, dikutip dari Autoblog.
Mengantisipasi masalah ini, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengadakan pertemuan untuk menjaga harga Lithium tetap stabil.
Produsen tidak boleh berkolusi dalam penetapan harga. Pemerintah Negeri Tirai Bambu juga mengambil langkah-langkah untuk mendorong eksplorasi dan mempromosikan daur ulang baterai kendaraan listrik.
Sebagai informasi, Lithium menjadi salah satu material penting yang digunakan untuk baterai kendaraan listrik. Sementara China sendiri saat ini menjadi negara dengan populasi kendaraan listrik paling banyak di dunia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman