Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Anak 12 Tahun di Banyuwangi Terjangkit Difteri
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Seorang anak 12 tahun di Banyuwangi terdeteksi terjangkit difteri. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat.
“Anak itu, statusnya sedang menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren di Banyuwangi. Dia dinyatakan postif difteri,” ujarnya, Jumat (30/9/2022).
Baca juga:
Difteri Penyakit Kuno yang Kembali Datang
Meski terdeteksi hanya satu anak, Banyuwangi masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri.
"Karena masuk kejadian luar biasa, maka berdasarkan protap seluruh santri dan pengurus pondok pesantren, serta keluarga yang kontak erat dengan penderita tanpa terkecuali akan divaksin difteri," ujarnya.
Baca juga:
Mengenal Lebih Dalam Soal Difteri
Menurut Amir vaksin difteri nantinya akan dilakukan setiap bulan sekali selama tiga bulan. Protap ini harus lakukan sebagai Langkah pencegahan sehingga jumlah kasus difteri di Banyuwangi tidak meningkat.
Berdasarkan hasil penelusuran riwayat anak yang terjangkit difteri tersebut memang belum pernah dilakukan vaksin atau imunisasi difteri. Sehingga anak yang dirahasiakan identitasnya ini lebih mudah terserang penyakit difteri
“Hasil penelusuran petugas, ternyata anak ini tidak pernah imunisasi difteri sebelumnya, sehingga lebih rentan terjangkit," kata Amir.
Penyakit difteri yaitu infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai oleh munculnya selaput abu- abu yang melapisi tenggorokan dan amandel.
Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan beresiko mengancam jiwa. Jika tidak segera ditangani, bakteri penyebab difteri dapat mengeluarkan racun yang merusak jantung, ginjal atau otak.
Penyakit difteri bisa dicegah melalui imunisasi. Di Indonesia pemberikan vaksin difteri dikombinasikan dengan pertussis (batuk rejan) dan tetanus, atau disebut juga dengan imunisasi DPT. (sumber: Liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun