Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pelaku Penembakan Masal di Thailand Adalah Mantan Polisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi di Thailand mengatakan setidaknya 34 orang, banyak di antaranya anak-anak, tewas dalam penembakan di Provinsi Nongbualamphu, hari Kamis (06/10).
Penembakan terjadi di satu fasilitas penitipan anak dan seorang pejabat polisi mengatakan, setidaknya 23 anak-anak menjadi korban. Korban termuda baru berusia dua tahun, kata seorang anggota polisi setempat.
Pelaku penembakan, Panya Kamrab, merupakan anggota polisi yang dipecat tahun lalu karena kasus narkoba.
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengucapkan belasungkawa yang mendalam dan menggambarkan insiden sebagai "sangat mengejutkan".
"Dukacita kami untuk keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka."
Dalam pesan di Facebook, perdana menteri juga memerintahkan semua layanan darurat untuk menuju ke lokasi kejadian.
Kamrab masuk ke fasilitas tersebut dan mengeluarkan tembakan sebelum melarikan diri. Beberapa korban dikatakan ditikam. Sekitar 30 anak berada di fasilitas tersebut saat pelaku tiba sekitar jam makan siang, kata pejabat setempat, Jidapa Boonsom, kepada kantor berita Reuters.
Tersangka kemudian menembak empat atau lima staf, termasuk seorang guru yang tengah hamil delapan bulan, kata Jidapa.
"Awalnya kami mengira itu adalah [suara] mercon," kata Jidapa.
Polisi mengatakan Kamrab marah setelah tiba di penitipan anak ini dan tidak mendapati anaknya.
Ia lantas mengeluarkan tembakan dan menabrakkan kendaraannya ke kerumunan, sebelum pulang ke rumah dan membunuh istri dan anaknya, kata juru bicara polisi Paisan Luesomboon.
Saksi mata, Paweena Purichan, kepada kantor berita AFP mengatakan dirinya mendapati pelaku mengendarai mobilnya secara ugal-ugalan.
"Ia ingin menabrakkan ke mobil-mobil lain di jalan," ujarnya. "Ia menabrak sepeda motor dan dua orang luka-luka ... saya langsung menghindar."
Eks polisi 'mudah' dapatkan senjata api
Para korban yang mengalami luka-luka tengah dirawat di rumah sakit setempat, yang meminta warga untuk menyumbangkan darah.
Pelaku yang membawa senjata dan pisau disebut media Thailand menembak diri sendiri setelah dia menembak istri dan anak-anaknya.
Motif penembakan sejauh ini belum jelas.
Wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonathan Head, mengatakan penembakan ini sangat mengejutkan Thailand, negara dengan kepemilikan senjata tinggi, namun kasus-kasus penembakan massal dengan korban anak-anak atau murid sekolah termasuk rendah.
Pada 2020, seorang tentara menewaskan 21 orang dan melukai puluhan lainnya di Kota Nakhon Ratchasima.
Head mengatakan sejauh ini belum diketahui apa yang menyebabkan pelaku menembak banyak orang di fasilitas penitipan anak. Memiliki senjata adalah hal yang biasa di Thailand dan mantan polisi relatif mudah mendapatkan senjata api.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan