Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Presiden Korsel Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi Itaewon
beritabali.com/cnnindonesia.com/Presiden Korsel Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi Itaewon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan masa berkabung nasional selama sepekan setelah 151 orang tewas akibat berdesakan ketika merayakan Halloween di Itaewon pada Sabtu (29/10).
"Pemerintah akan mencanangkan periode hari ini hingga insiden ini terkendali sebagai masa berkabung nasional dan akan memprioritaskan terkait urusan administrasi untuk pemulihan dan langkah-langkah lanjutan," ujar Yoon, seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Setelah itu, Perdana Menteri Korsel, Han Duck Soo, menjabarkan lebih lanjut bahwa masa berkabung itu ditetapkan sejak Minggu hingga Sabtu (5/11).
Pemerintah Korsel juga akan membangun altar untuk berduka di Seoul. Di altar itu nantinya warga dapat mengenang para korban tragedi Itaewon.
Sementara itu, Yoon juga memerintahkan semua kantor pemerintahan untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung ini.
Yoon kemudian kembali menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia juga berharap korban terluka dapat segera pulih.
"Ini sangat tragis. Tragedi dan bencana yang seharusnya tak terjadi di jantung Seoul kemarin malam," kata Yoon, sebagaimana dilansir Reuters.
Tragedi ini memang dianggap tragis karena 151 orang itu tewas akibat berdesakan dan terinjak ketika sedang merayakan Halloween di kawasan Itaewon. Para warga antusias karena ini merupakan kali pertama mereka dapat merayakan Halloween setelah tiga pekan terhalang pandemi Covid-19.
Yoon berjanji bakal mengusut tuntas tragedi di pesta Halloween di Itaewon yang seharusnya menjadi ajang bersenang-senang tersebut.
"Yang paling penting adalah menentukan penyebab insiden dan mencegah insiden serupa. Kami akan menyelidiki penyebab insiden dan membuat perubahan fundamental agar insiden serupa tak terjadi di masa mendatang," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan