Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Trofi Piala Dunia 2022 Tiba di Qatar Setelah Keliling Dunia 51 Negara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Trofi Piala Dunia 2022 tiba di Qatar setelah berkeliling dunia. Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar akan berlangsung Minggu pekan ini, 20 November 2022. Trofi itu sudah berkeliling 51 negara.
General Manager Piala Dunia 2022, Nazli Berberoglu mengatakan kedatangan trofi tersebut merupakan momen yang sangat membanggakan bagi semua orang.
“Trofi ini telah berkeliling dunia, 51 negara dan sekarang telah mencapai negara tuan rumah, tujuan akhir, dan sekarang kami berada di sini di Qatar yang indah,” kata dia di Hotel Al Wadi di Msheireb Downtown Doha, dikutip dari thepeninsulaqatar.
“Tujuan kami bersama dengan mitra FIFA adalah untuk menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dengan tur trofi yang indah ini,” lanjutnya.
Trofi tersebut terbuat dari emas murni dan beratnya lebih dari enam kg. Ia memiliki ukiran Piala Dunia FIFA di alasnya, dan menggambarkan dua orang yang mengangkat Bumi. Desainnya saat ini berasal dari tahun 1974.
Piala yang asli, awalnya dinamai Victory, tetapi kemudian diubah untuk menghormati presiden FIFA Jules Rimet, terbuat dari sterling silver yang dilapisi emas dan beralaskan lapis lazuli, dengan menggambarkan Nike, dewi Yunani yang melambangkan kemenangan.
Brasil berhak menyimpan piala tersebut pada 1970, yang kemudian dibuatkan penggantinya. Piala Jules Rimet dicuri pada tahun 1983 dan tidak ditemukan lagi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun