Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Menteri Jepang Mundur Lagi Gegara Skandal, Ketiga Dalam Setahun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Dalam Negeri Jepang, Minoru Terada, mengundurkan diri dari jabatannya setelah terseret skandal pendanaan pada Minggu (21/11). Dia merupakan menteri ketiga yang angkat kaki dari kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida dalam setahun.
Baca juga:
Rusia Buka Suara Soal Perang dengan NATO
Terada mengajukan pengunduran diri ke Kishida usai muncul laporan sang PM hendak memecat dirinya. Kishida juga telah menerima pengunduran diri Terada dan langsung meminta eks Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto mengisi kursi Mendagri yang kosong.
"Komitmen politik adalah fondasi kepercayaan publik," kata Kishida kepada wartawan usai menunjuk Matsumoto, seperti dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Sebagai politikus saya harus mengamankan kepercayaan publik dengan memperkuat dan memantau pemerintahan saya,"
Terada menuai kecaman karena sejumlah skandal. Ia juga mengakui salah satu kelompok pendukungnya menyerahkan dokumentasi pendanaan seolah-olah ditandatangani orang yang sudah meninggal.
Sebelum Terada, Menteri Kehakiman Jepang, Yasuhiro Hanashi dan Menteri Revitalisasi Ekonomi Daishiro Yamagiwa juga lebih dulu mengundurkan diri dari kabinet. Hanashi mundur pada pertengahan November karena komentar yang merendahkan tanggung jawab pekerjaannya, terutama penandatanganan eksekusi mati tahanan.
Sementara itu, Yamagiwa mengajukan surat pengunduran dirinya pada 24 Oktober lalu setelah kedapatan memiliki hubungan dengan kelompok agama Gereja Unifikasi. Gereja Unifikasi merupakan salah satu sekte Kristen kontroversial yang menjadi sorotan setelah terseret kasus pembunuhan eks PM Shinzo Abe.
Keputusan tiga menteri untuk angkat kaki dari kabinet Kishida ini pun semakin menggerogoti kepemimpinan sang PM. Sejauh ini, menurut jajak pendapat terbaru, dukungan dari publik terhadap pemerintahan Kishida hanya sebesar 30 persen.
Kishida kemudian menyampaikan permintaan maaf atas apa yang terjadi di pemerintahannya.
"Saya merasakan tanggung jawab yang berat," kata dia.
Pengunduran diri Hanashi dan Terada disebut akan sangat menyakitkan karena mereka merupakan anggota faksi Kishida di partai berkuasa Jepang, Partai Demokrat Liberal (LDP). Usai penembakan terhadap eks PM Jepang Shinzo Abe pada Juli lalu, pemerintahan Kishida panen kritik.
Pelaku penembakan, Tetsuya Yamagami, menanggap Abe berhubungan dengan Gereja Unifikasi yang bikin bangkut sang ibu. Ia melakukan aksi itu untuk balas dendam.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan