Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pejabat UE Sebut Pengganti Putin Bisa Lebih Buruk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pejabat Uni Eropa (UE) memperingatkan bahwa politisi yang lebih buruk dari Presiden Rusia Vladimir Putin dapat mengambil alih negara apabila tidak ada alternatif demokrasi yang layak di negara itu, Sergey Lagodinsky, anggota Parlemen Eropa untuk partai Hijau Jerman yang meninggalkan Rusia pada 1993, mendesak dunia untuk menganggap serius kemungkinan munculnya politisi antidemokrasi yang lebih buruk daripada Putin.
Baca juga:
AS: Warga Cina Punya Hak Untuk Protes Damai
"Akan menjadi penting dan menantang untuk menghadirkan alternatif demokrasi yang layak ketika keadaan akan berubah," kata Lagodinsky kepada Foreign Policy, dikutip Newsweek, Selasa (29/11/2022).
"Anda membutuhkan sosok pemimpin kuat dan politisi yang menawarkan diri sebagai alternatif."
Meskipun ada sejumlah pembangkang Putin yang vokal, hanya sedikit yang mampu mengumpulkan pengikut seperti pemimpin oposisi Alexei Navalny. Namun, Navalny, yang telah mengorganisir beberapa demonstrasi anti-pemerintah di Rusia dan merupakan salah satu saingan terbesar Putin, saat ini menjalani hukuman 13 tahun atas tuduhan penipuan dan penghinaan terhadap pengadilan.
Sebagian besar sekutunya pun telah melarikan diri dari negara itu atau menjadi tahanan rumah. Lagodinsky, yang telah mengenal Navalny selama lebih dari satu dekade, mengatakan aktivis politik itu kembali ke Rusia karena kehidupan politiknya begitu mendarah daging di negara itu, tetapi dia tidak menyangka Kremlin akan memberantas organisasi politiknya, partai Rusia Masa Depan.
Seperti Navalny, Lagodinsky mengkritik Putin, terutama setelah serangan Rusia ke Ukraina.
Sebulan setelah perang dimulai, anggota Parlemen Jerman itu menuduh politisi UE berulang kali memberikan izin kepada Putin dalam sebuah opini, dan mendesak blok tersebut untuk meminta pertanggungjawaban diri mereka sendiri karena bertanggung jawab secara politik atas konflik di Ukraina.
"Kita perlu mengingat pelajaran dari masa lalu untuk masa depan kita sendiri: Bahkan jika Anda harus hidup berdampingan dengan para diktator, Anda tidak perlu membiayai, membenarkan, atau meniru mereka. Yang benar-benar kami butuhkan adalah de-Putinisasi. Kita harus menghilangkan Putin sendiri," tulis Lagodinsky.
Dia menyarankan agar lawan Kremlin mendirikan kantor di luar negeri sehingga mereka dapat berbicara dengan para pemimpin Barat tentang masalah tersebut di dalam negeri.
Lyubov Sobol, sekutu Navalny yang melarikan diri dari Rusia tahun lalu, mengatakan dua tujuan politisi oposisi adalah "untuk mengurangi legitimasi Putin dan meningkatkan kepercayaan pada gerakan demokrasi kita."
"Akan ada banyak gejolak politik setelah Putin. Siapa pun bisa ambil bagian," kata Sobol.
"Kami tidak menunggu jatuhnya rezim. Kami secara aktif mengusahakannya dan ingin mencapainya secepat mungkin."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan