Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Juara Piala Dunia, Argentina Berpesta di Tengah Krisis Mencekik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Argentina bergemuruh gembira setelah tim nasional mereka menyabet gelar juara Piala Dunia pada Minggu (18/12), di tengah krisis yang tengah melanda Negeri Tango. Walau masih didera krisis ekonomi, mereka berhamburan ke jalan-jalan di Buenos Aires, menyalakan kembang api, hingga membunyikan klakson sembari mengibarkan bendera Argentina.
"Argentina sedang sengsara, melalui naik turun ekonomi di mana kami selalu kesulitan memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan, tapi kemenangan ini sempurna. Penderitaan kami terbayar," ujar seorang warga, Agustin Acevedo, kepada AFP.
Ia kemudian berkata, "Harus ditegaskan, Argentina sedang dalam masalah, secara ekonomi, sosial. It sangat buruk, jadi distraksi [kemenangan] ini sangat dibutuhkan."
Di sudut lain di Buenos Aires, warga berkumpul di taman Centenario. Di sana, terpasang layar raksasa yang dikelilingi para warga, termasuk Joel Ciarallo.
Ia mengaku tak percaya Argentina bisa menang, karena selama ini negaranya "sudah ditakdirkan untuk sengsara."
"Saya tak percaya. Saya tak percaya," katanya berulang kali, masih terperangah dengan kemenangan Argentina berkat adu penalti di akhir laga final.
Kemenangan Argentina memang disebut-sebut sebagai pelipur lara mujarab bagi warga yang masih terus dibayangi krisis ekonomi.
Merujuk pada data yang dihimpun AFP, sekitar 45 persen dari 45 juta populasi di Argentina hidup di bawah garis kemiskinan. Penurunan nilai mata uang di Argentina juga membuat rakyat kian sengsara.
Walau tercekik kemiskinan, warga Argentina selalu mencari cara untuk mendapatkan angin segar, salah satunya dengan menonton sepak bola, olahraga yang memang sangat dicintai di Negeri Tango. Begitu cinta, sejumlah warga Argentina bahkan rela menguras tabungannya demi menonton Piala Dunia langsung di Qatar, salah satunya seorang perempuan 24 tahun bernama Belen Godoy.
Godoy mengaku sudah di Doha sejak sebulan lalu. Ia menonton semua pertandingan Argentina dengan membeli tiket di calo.
"Saya meninggalkan keluarga saya. Saya menguras semua tabungan saya. Saya akan kembali ke Buenos Aires dan tidak tahu bagaimana saya harus membayar kontrakan, tapi tak ada yang bisa merenggut kehidupan saya [sepak bola]," ujarnya kepada Associated Press.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan