Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Truk Tangki BBM Meledak, 19 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ledakan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) terjadi di utara ibu kota Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (17/12). Setidaknya 19 orang tewas dan 32 luka-luka akibat insiden tersebut.
Juru bicara Provinsi Parwan, Said Himatullah, mengatakan ledakan terjadi di Terowongan Salang pada Sabtu sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Para korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak.
"Sebuah tangki minyak terbalik dan terbakar di terowongan Salang yang kemudian membakar beberapa kendaraan lain," kata juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum, Hamidullah Misbah, kepada AFP.
Sementara itu, korban selamat sempat terjebak di bawah reruntuhan, seperti dilaporkan Associated Press. Hingga kini, belum diketahui penyebab truk BBM itu meledak. Departemen kesehatan Parwan sejauh ini mencatat sebanyak 14 orang tewas dan 24 lainnya luka-luka.
Pejabat setempat mengatakan lima wanita dan dua anak tewas dalam insiden tersebut. Sisanya merupakan pria yang mengalami luka bakar dan tidak bisa dikenali.
Juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum, Molvi Hamidullah Misbah, mengatakan pada Minggu pagi bahwa api kini telah padam, namun tim masih berupaya membersihkan sisa-sisa ledakan di terowongan.
Terowongan Salang merupakan terowongan yang berjarak sekitar 80 mil utara Kabul. Terowongan ini dibangun pada 1960-an untuk membantu invasi Soviet.
Terowongan Salang merupakan penghubung antara bagian utara dan selatan Afghanistan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1695 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang