Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Misteri Makam Kaisar Cina, Arkeolog Tak Berani Bongkar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di bawah bukit kawasan Cina tengah, terkubur kaisar yang makamnya tidak pernah dibongkar selama lebih dari 2.000 tahun. Sebab, makam kuno itu dikelilingi parit bawah tanah berisi merkuri yang beracun.
Mengutip laporan LiveScience, makam tersebut menyimpan rahasia kaisar pertama Cina, Qin Shi Huang yang meninggal pada 10 September 210 SM setelah menaklukkan enam negara yang bertikai untuk menciptakan negara bersatu pertama di Cina.
"Bukit besar, tempat kaisar dimakamkan, tidak ada yang pernah masuk ke sana," kata arkeolog sekaligus konsultan kuratorial untuk pameran Terracotta Warrior di Discovery Times Square Kota New York, Kristin Romey, dikutip Sabtu (21/1/2023).
Pada 1974, para petani menemukan salah satu penemuan arkeologi terpenting sepanjang masa di sebuah ladang sederhana di provinsi Shaanxi, Cina. Saat menggali, mereka menemukan patung seukuran manusia yang terbuat dari tanah liat.
Penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya, termasuk patung pejabat terhormat dan hewan lainnya.
Tampaknya, patung tentara ini dibuat untuk menjaga makam Qin Shi Huang, penguasa dinasti Qin yang memerintah dari tahun 221 hingga 210 SM.
Selama hampir empat dekade, para arkeolog telah menggali situs tersebut. Sejauh ini, mereka telah menemukan sekitar 2.000 patung tentara, tetapi para ahli memperkirakan totalnya ada lebih dari 8.000.
"Mereka akan menggali di sana selama berabad-abad," prediksi Romey.
Namun, para ilmuwan belum pernah menyentuh makam pusat, yang menyimpan sebuah istana berisi tubuh Qin Shi Huang.
"Sebagian karena menghormati kaisar, tetapi mereka juga menyadari bahwa tidak seorang pun di dunia saat ini yang memiliki teknologi untuk masuk dan menggalinya dengan benar."
Para arkeolog khawatir penggalian bisa merusak makam sehingga kehilangan informasi sejarah yang penting. Saat ini, hanya teknik arkeologi invasif yang dapat digunakan untuk memasuki makam. Teknik tersebut berisiko tinggi menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
Parit merkuri juga menjadi alasan lain mengapa para arkeolog enggan menjelajahi makam itu. Hal itu kemungkinan besar akan sangat berbahaya, menurut sampel tanah di sekitar makam, yang menunjukkan tingkat kontaminasi merkuri yang sangat tinggi.
Naskah kuno mengatakan kaisar menciptakan seluruh kerajaan dan istana bawah tanah, lengkap dengan langit-langit yang meniru langit malam, dengan mutiara sebagai bintang.
Dan makam Qin Shi Huang juga diperkirakan dikelilingi oleh sungai-sungai air raksa cair, yang diyakini oleh orang Cina kuno bisa membuat mereka mencapai keabadian.
"Ini agak ironis," kata Romey. "Mungkin saja penyebab dia meninggal karena menelan merkuri. Dia meminum semua pil merkuri karena ingin hidup selamanya dan zat itu membunuhnya pada usia 39 tahun."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan