Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Viral Video Nas Daily Soal Bali Kulit Putih, Ini Respons Dinas Pariwisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Video viral dari vlogger asal Israel, Nuseir Yassin atau Nas Daily yang menyebut Bali sebagai pulaunya turis kulit putih direspons Dinas Pariwisata Bali.
Alih-alih memandang buruk, sebaliknya, video Nas Daily Bali Putih justru dipandang sebagai salah satu promosi wisata provinsi itu ke dunia.
Sebelumnya video bertajuk Bali sebagai The Whitest Island in Asia atau pulau paling 'putih' di Asia mengundang polemik di media sosial.
Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan pihaknya telah melihat video yang diunggah Nas Daily itu. Dia mengatakan mungkin vlogger itu membuat video tersebut saat berkunjung ke wilayah Kuta dan Canggu yang memang banyak turis WNA yang berkulit putih.
Baca juga:
Antisipasi Isu Virus Corona , Dinas Pariwisata Bali Imbau Industri Pariwisata Tidak Resah
"Pertama saya lihat videonya itu, bagi kita adalah promosi juga. Artinya dia masuk ke kantong-kantong [wisata favorit WNA], atau kebetulan dia ke Kuta, Canggu, dan memang bule tok," kata dia saat dihubungi, Jumat (10/2) sore.
Saat ditanya perihal sikap atas video tersebut, Pemayun mengatakan sejauh ini tak bisa dikatakan dalam aspek mendukung atau tidak. Tapi, sambungnya, bila melihat video yang viral tersebut pihaknya menilai sejauh ini tak menjelekkan Bali. Adapun kemudian menjadi polemik, kata dia, itu soal beda tafsir saja.
"Saya tidak dalam aspek mendukung atau tidak. Tetapi kalau dilihat dari (videonya) tidak ada menjelekkan Bali sebenarnya. Iya soal tafsir saja. Ini kan bahasannya dia dan gaya dia," ujar Pemayun.
"Dia bilang, Bali itu hijau sawah membentang. Iya (itu promosi) Bali yang sudah terkenal lebih dikenal lagi, apalagi dia followers-nya banyak," imbuhnya.
Meskipun demikian, tegasnya, Bali bukan hanya surga bagi wisatawan berkulit putih saja. Dia menegaskan banyak turis dari berbagai negara dunia yang datang ke Pulau Dewata itu.
Kendati demikian, dia meminta bagi wisatawan asing yang datang ke Bali harus mengikuti regulasi dan menghormati adat istiadat di Bali.
"Iya banyak negara (sebetulnya) mungkin dia dari aspek lain, mungkin dia ke Kuta, bule saja yang dia lihat. Artinya, semakin banyak orang asing ke Bali, kita kan semakin senang. Tetapi tentu mengikuti regulasi atau aturan main di sini, yaitu berkaitan dengan budaya Bali, apa yang seharusnya boleh atau tidak, itu saja sih. Karena Bali, aman, nyaman dan damai dikunjungi dan kita berharap lebih banyak lagi datang wisatawan," ujarnya.
Baca juga:
Rai Mantra Ajak Komunitas Vlogger Berkreatifitas di Tukad Bindu
Sebelumnya muncul polemik terkait video Nas Daily Bali Kulit Putih. Alasan Nas Daily memberi sebutan itu karena dia melihat banyaknya turis asing berkulit putih yang pergi liburan ke Bali, bahkan tinggal di Pulau Dewata.
Video yang diunggah di akun media sosial Instagram tersebut memperlihatkan banyak orang berkulit putih di Bali, dari pria dan wanita, semuanya berkulit putih.
"She is white. He is white. And they are white. This is the whitest village in all of Asia. (Dia (berkulit) putih. Dia putih. Semuanya putih. Inilah desa paling putih di Asia)," ucap Nas Daily membuka videonya.
"Ke mana pun kamu pergi, akan ada banyak orang berkulit putih. Ini adalah sebuah pulau yang mencuri perhatian dunia barat," tambahnya dalam video itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan