Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Putin Jelang Setahun Invasi: Perkuat Nuklir, Tambah Rudal Hipersonik
beritabali.com/cnnindonesia.com/Putin Jelang Setahun Invasi: Perkuat Nuklir, Tambah Rudal Hipersonik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin menyerukan agar Rusia memperkuat senjata nuklir dan meningkatkan produksi massal rudal hipersonik menjelang peringatan satu tahun negaranya menginvasi Ukraina.
"Seperti sebelumnya, kami akan meningkatkan perhatian untuk memperkuat triad nuklir," ujar Putin pada Kamis (23/2), seperti dikutip Reuters.
Ketika menyebut triad nuklir, Putin merujuk pada rudal darat, laut, dan udara. Selain itu, Putin juga menyerukan peningkatan produksi massal sejumlah rudal hipersonik Negeri Beruang Merah, termasuk Kinzhal dan Zircon.
"Kami akan melanjutkan produksi massal sistem hipersonik udara, Kinzhal, dan memulai produksi massal rudal hipersonik laut, Zircon," ucapPutin.
Tak hanya itu, Putin juga untuk pertama kalinya mengungkap Rusia akan mengerahkan sistem rudal balistik antarbenua Sarmat. Senjata itu dapat membawa sejumlah hulu ledak dalam satu perjalanan.
Putin memang kian lantang membicarakan ambisi nuklirnya menjelang satu tahun invasi Rusia di Ukraina yang jatuh pada Jumat (24/2).
Pada Kamis malam, Putin juga beradu pernyataan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, terkait nuklir. Perang pernyataan ini pecah setelah Putin menangguhkan perjanjian nuklir dengan AS.
Bertajuk Strategic Arms Reduction Treaty/New START, perjanjian itu bertujuan untuk membatasi persenjataan AS dan Rusia sebagai negara dengan nuklir terbesar.
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua negara maksimal memiliki 1.550 hulu ledak nuklir demi menjamin keamanan global. Namun kini, Putin menganggap AS menggiring dunia ke perang global karena mempersenjatai Ukraina.
Putin menangguhkan New START sehari setelah Biden berkunjung ke Ukraina. Dalam lawatan itu, Biden menegaskan bahwa AS dan NATO akan mempertahankan demokrasi dan kemerdekaan di Ukraina.
Setelah Putin menangguhkan New START, Biden memperingatkan bahwa langkah Rusia itu merupakan kesalahan besar.
Meski demikian, Biden mengatakan, "Saya tak menganggapnya sebagai pertanda bahwa dia berpikir untuk menggunakan senjata nuklir atau semacamnya."
Namun, Biden memastikan bahwa AS akan "mempertahankan setiap jengkal NATO." Selama ini, muncul kekhawatiran perang nuklir antara Rusia dan NATO.
Kekhawatiran ini mencuat karena Putin beberapa kali mengancam bakal menggunakan senjata nuklir karena negara-negara NATO terus mempersenjatai Ukraina.
Di tengah retorika panas Putin ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, akhirnya buka suara.
Ia menegaskan bahwa invasi Rusia merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional. Guterres pun mengecam ancaman kemungkinan penggunaan senjata nuklir.
"Kami mendengar ancaman-ancaman implisit untuk menggunakan senjata nuklir. Taktik penggunaan senjata nuklir sangat tak bisa diterima. Ini waktunya menghindari jurang [perang nuklir]," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan