Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ratusan Siswa Perempuan Iran Diracun Agar Tak Bisa Sekolah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ratusan siswa perempuan di Iran diracun dalam beberapa bulan belakangan, diduga agar mereka tak bisa ke sekolah. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Younes Panahi, meyakini para siswi itu diracun karena sejumlah pihak ingin sekolah-sekolah khusus perempuan ditutup.
"Setelah sejumlah kasus keracunan siswa di sekolah-sekolah di Qom, ditemukan bahwa sejumlah orang ingin semua sekolah, terutama sekolah perempuan, ditutup," ujar Panahi kepada IRNA, Selasa (28/2).
Menurutnya, bahan yang digunakan untuk meracun para siswa itu bukan zat kimia perang dan sebagian besar kasus masih bisa diobati.
Berdasarkan laporan sejumlah media lokal Iran, kasus keracunan itu tak hanya terjadi di Qom, tapi juga sejumlah kota lainnya, seperti Teheran dan Boroujerd.
Seorang anggota parlemen di komite pendidikan parlemen Iran, Ali Reza Monadi, menyebut keracunan ini disengaja.
"Keberadaan keinginan jahat untuk mencegah anak perempuan mendapatkan edukasi merupakan bahaya serius dan ini dianggap sebagai kabar buruk," ucapnya.
Akibat serangkaian kasus keracunan ini, sejumlah orang tua melarang anaknya ke sekolah. Situs berita Shargh mengabarkan bahwa pada akhirnya, sejumlah sekolah memang ditutup.
Seorang guru di Qom mengatakan kepada Radio Farda bahwa dari total 250 siswa di sekolahnya, hanya 50 orang yang kini masih datang untuk belajar.
Associated Press melaporkan bahwa kasus keracunan ini sebenarnya sudah mengguncang sejak November tahun lalu, tapi pemerintah tak pernah mengakui.
Mereka baru buka suara setelah kekhawatiran meluas beberapa pekan terakhir. Pekan lalu, para orang tua siswi bahkan berdemonstrasi di depan kantor gubernur Qom untuk meminta kejelasan.
Beberapa pihak menduga sejumlah pihak sengaja meracun para siswa sebagai balasan karena memprotes aturan wajib hijab.
"Menurut saya, serangan kimia ini merupakan balas dendam oleh Iran terhadap perempuan berani yang menolak wajib hijab dan mengguncang Tembok Berlin dari [Ayatollah Ali] Khamenei," ucap aktivis HAM Iran, Masih Alinejad, kepada The Guardian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan