Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
500 Ribu Tiket Pesawat ke Hong Kong Dibagikan Gratis, Benarkah?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Untuk menarik wisatawan asing kembali, Hong Kong membagikan 500.000 tiket pesawat.
Dilansir Euro News, Jumat (3/3/2023), tiket pesawat akan dibagikan secara bertahap mulai Maret dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Direktur Eksekutif Badan Pariwisata Hong Kong Dane Cheng mengatakan bahwa tiket gratis ini awalnya untuk mendukung maskapai penerbangan selama pandemi.
Kemudian pada 1 Februari, pemimpin Hong Kong John Lee meluncurkan kampanye "Hello Hong Kong" senilai US$2 miliar (Rp30 triliun), dengan pembagian tiket penerbangan dimulai pada 1 Maret 2023.
Skema pembagian tiket atau giveaway dimulai pada 1 Maret dan berlangsung selama sekitar enam bulan. Dalam prosesnya, tiket dibagikan secara bertahap.
Sebanyak 65 persen tiket gratis akan didistribusikan oleh maskapai Cathay Pacific, HK Express, Hong Kong Airlines, dan Greater Bay Airlines yang berbasis di Hong Kong, baik secara langsung atau lewat agen mereka. Sementara tiket yang tersisa akan diperuntukkan bagi warga lokal guna mempromosikan pariwisata dalam negeri.
Bentuk giveaway-nya bermacam-macam, mulai dari lucky draw, first come first serve, atau buy one get one free.
Tiket akan didistribusikan secara bertahap melalui website masing-masing maskapai dimulai dengan negara-negara Asia Tenggara mulai Maret, diikuti oleh China mulai April, dan Asia Timur Laut, Eropa, dan pasar lainnya mulai Mei.
Sektor pariwisata Hong Kong terdampak signifikan atas pandemi COVID-19. Dan salah satu upaya untuk menarik wisatawan adalah dengan membagikan tiket pesawat ini.
Pelancong kini juga tidak perlu ragu untuk mengunjungi Hong Kong karena aturan pembatasan COVID-19 paling ketat telah dicabut.
Hong Kong telah menghapus pembatasan perjalanan yang ketat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pengujian wajib dan isolasi pada saat kedatangan.
Terbaru, Hong Kong juga mengakhiri mandat pemakaian masker pada 1 Maret, yang telah berlaku selama lebih dari hampir tiga tahun. Ini merupakan salah satu yang terlama di negara mana pun.
Masker tidak akan lagi diwajibkan di transportasi umum, serta dalam ataupun luar ruangan, meskipun mungkin masih diperlukan di beberapa lingkungan berisiko tinggi seperti rumah sakit dan panti jompo. Ini adalah pembatasan COVID-19 terakhir yang tersisa di kota itu, yang sebelumnya diberlakukan dengan denda HK$5.000 (Rp9,7 juta). (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2035 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun