Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
500 Ribu Tiket Pesawat ke Hong Kong Dibagikan Gratis, Benarkah?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Untuk menarik wisatawan asing kembali, Hong Kong membagikan 500.000 tiket pesawat.
Dilansir Euro News, Jumat (3/3/2023), tiket pesawat akan dibagikan secara bertahap mulai Maret dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Direktur Eksekutif Badan Pariwisata Hong Kong Dane Cheng mengatakan bahwa tiket gratis ini awalnya untuk mendukung maskapai penerbangan selama pandemi.
Kemudian pada 1 Februari, pemimpin Hong Kong John Lee meluncurkan kampanye "Hello Hong Kong" senilai US$2 miliar (Rp30 triliun), dengan pembagian tiket penerbangan dimulai pada 1 Maret 2023.
Skema pembagian tiket atau giveaway dimulai pada 1 Maret dan berlangsung selama sekitar enam bulan. Dalam prosesnya, tiket dibagikan secara bertahap.
Sebanyak 65 persen tiket gratis akan didistribusikan oleh maskapai Cathay Pacific, HK Express, Hong Kong Airlines, dan Greater Bay Airlines yang berbasis di Hong Kong, baik secara langsung atau lewat agen mereka. Sementara tiket yang tersisa akan diperuntukkan bagi warga lokal guna mempromosikan pariwisata dalam negeri.
Bentuk giveaway-nya bermacam-macam, mulai dari lucky draw, first come first serve, atau buy one get one free.
Tiket akan didistribusikan secara bertahap melalui website masing-masing maskapai dimulai dengan negara-negara Asia Tenggara mulai Maret, diikuti oleh China mulai April, dan Asia Timur Laut, Eropa, dan pasar lainnya mulai Mei.
Sektor pariwisata Hong Kong terdampak signifikan atas pandemi COVID-19. Dan salah satu upaya untuk menarik wisatawan adalah dengan membagikan tiket pesawat ini.
Pelancong kini juga tidak perlu ragu untuk mengunjungi Hong Kong karena aturan pembatasan COVID-19 paling ketat telah dicabut.
Hong Kong telah menghapus pembatasan perjalanan yang ketat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pengujian wajib dan isolasi pada saat kedatangan.
Terbaru, Hong Kong juga mengakhiri mandat pemakaian masker pada 1 Maret, yang telah berlaku selama lebih dari hampir tiga tahun. Ini merupakan salah satu yang terlama di negara mana pun.
Masker tidak akan lagi diwajibkan di transportasi umum, serta dalam ataupun luar ruangan, meskipun mungkin masih diperlukan di beberapa lingkungan berisiko tinggi seperti rumah sakit dan panti jompo. Ini adalah pembatasan COVID-19 terakhir yang tersisa di kota itu, yang sebelumnya diberlakukan dengan denda HK$5.000 (Rp9,7 juta). (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan