Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mesin ATM di Bali akan Dinonaktifkan Besok, BI Siapkan Uang Tunai Rp4,364 Miliar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mesin ATM di Bali akan dinonaktifkan atau tidak beroperasional mulai H-1 Hari Raya Nyepi atau pada Selasa (21/3).
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho. Ia mengatakan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali juga tidak melakukan kegiatan operasional pada hari Selasa (21/3) hingga Kamis (23/3).
"Dengan demikian, kegiatan layanan penarikan dan penyetoran kas perbankan, serta kegiatan pertukaran warkat debet (cek/bilyet giro) ditiadakan," kata Trisno, Minggu (19/3).
Selanjutnya, BI Provinsi Bali akan kembali membuka layanan seperti biasanya pada Jumat (24/3).
Kemudian, untuk sarana penarikan tunai dan kegiatan transaksi lainnya dengan menggunakan mesin ATM, secara umum dan secara bertahap pada Selasa (21/3) mulai pukul 10.00 WITA, dinonaktifkan atau tidak beroperasional.
Kemudian, untuk sarana mesin ATM akan kembali beroperasi seperti biasanya mulai hari Kamis (23/3) pada pukul 07.00 WITA.
"Sehubungan dengan hal tersebut, untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai di masyarakat, kami mengimbau agar dapat dilakukan sebelum jadwal penonaktifan mesin ATM oleh perbankan," imbuhnya.
Selain itu, untuk penyelesaian transaksi lainnya dapat dilakukan secara non-tunai melalui internet banking atau mobile banking. Layanan perbankan yang berbasis elektronik atau digital seperti mobile banking tetap beroperasi seperti biasanya sepanjang ditunjang dengan sarana jaringan komunikasi atau internet.
Ia juga menyebutkan, kebutuhan uang tunai di wilayah Bali menjelang Hari Raya Nyepi dan memasuki bulan Ramadan, diproyeksikan akan meningkat sebesar 5 persen yaitu dari sebesar Rp2,829 miliar di tahun 2022 menjadi sebesar Rp 2,985 miliar pada 2023 ini.
Demikian pula, dengan transaksi digital berbasis QRIS mengalami peningkatan dari Rp104,3 miliar di Januari 2022 menjadi Rp383 miliar di Januari 2023 atau meningkat sebesar 267 persen (Year-Over-Year/yoy).
"Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai dengan jumlah yang cukup dan jenis pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia telah menyediakan uang tunai sebesar Rp4,364 miliar atau 1,5 kali dari kebutuhan masyarakat," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan