Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Uighur: Muslim di Cina Dilarang Puasa, Ditangkap Jika Ketahuan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kongres Uighur Dunia melaporkan sejumlah umat Muslim di Cina dilarang berpuasa oleh pemerintah setempat dan terancam ditangkap jika ketahuan. Juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dilshat Rishit, mengungkap warga Muslim di barat laut Xinjiang dalam pantauan ketat agar mereka tak berpuasa.
Menurut Rishit, warga Muslim diperintahkan untuk tidak mengizinkan anak-anak berpuasa. Pihak berwenang juga menginterogasi anak-anak untuk mengetahui orang tua mereka berpuasa atau tidak.
"Selama Ramadan, pihak berwenang mewajibkan 1.811 warga [di Xinjiang] untuk menerapkan sistem pemantauan sepanjang waktu, termasuk inspeksi rumah terhadap keluarga Uighur," kata Rishit, seperti dikutip Radio Free Asia pekan lalu.
Seorang pejabat di biro pendidikan daerah Xinyuan, Xinjiang, juga mengungkapkan bahwa para karyawan di bidang pendidikan serta orang dewasa yang bekerja untuk pemerintah dilarang berpuasa selama bulan suci Ramadan.
"Siswa tidak diizinkan berpuasa dan anggota keluarga yang merupakan pegawai negeri juga tidak diizinkan," kata pejabat tersebut.
Seorang Muslim Kazakh yang mengaku bernama Kamina bahkan mengatakan orang Islam di wilayahnya bakal ditangkap jika ketahuan menjalankan ibadah puasa.
"Beberapa orang secara sukarela tak menjalankan puasa karena takut, sementara yang lain berpuasa secara diam-diam," kata Kamina.
Ia kemudian melanjutkan, "Beberapa tempat mengizinkan puasa, tapi kemudian mereka memantau orang-orang tersebut dan menyebut mereka fanatik agama, lalu mereka [yang berpuasa] ditahan."
Selama beberapa tahun terakhir, Cina memang melancarkan serangan terhadap umat-umat beragama, mulai dari Kristen, Buddha, hingga Muslim.
Di bawah pemerintahan Xi Jinping, Cina memaksa warga beragama untuk tunduk pada partai, menurut laporan koalisi kelompok hak asasi manusia (HAM) Tiongkok.
Menurut kelompok HAM itu, Beijing utamanya memandang umat Muslim sebagai "ancaman yang harus diselesaikan melalui asimilasi paksa."
Di bawah kampanye "penyatuan etnis" yang menargetkan komunitas Muslim, para Uighur bahkan diminta patuh terhadap tradisi non-Islam, salah satunya dengan meminta mereka minum alkohol dan makan daging babi.
Setidaknya 1,8 juta warga Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya ditahan imbas kampanye penyatuan tersebut. Mereka ditempatkan di kamp-kamp "pendidikan ulang" dan dipaksa bekerja.
Bukan cuma itu, perempuan minoritas bahkan dilaporkan mengalami perkosaan, pelecehan seksual, dan sterilisasi paksa di kamp-kamp tersebut.
"[Selain warga Uighur], orang Hui juga dipaksa tunduk pada pembatasan yang bertujuan menghilangkan 'tanda-tanda ekstremisme' dan pengawasan yang mengganggu kehidupan publik dan pribadi," demikian kutipan laporan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan