Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Netanyahu Semprot Balik Biden Soal Peradilan: Israel Negara Berdaulat
beritabali.com/cnnindonesia.com/Netanyahu Semprot Balik Biden Soal Peradilan: Israel Negara Berdaulat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang mengkritik Israel terkait kericuhan akibat kontroversi perombakan sistem peradilan.
Netanyahu merilis pernyataan resmi itu tak lama setelah Biden mengaku berharap Israel membatalkan rencana perombakan sistem peradilan yang memicu gelombang protes besar-besaran belakangan ini.
"Israel merupakan negara berdaulat yang membuat keputusan berdasarkan kemauan rakyat sendiri dan tak berdasarkan tekanan dari luar negeri, termasuk dari sahabat," ujar Netanyahu, seperti dilansir Reuters.
Ia kemudian menegaskan pemerintahannya ingin membuat reformasi itu dengan "konsensus yang luas."Netanyahu juga memastikan hubungan Israel dengan AS akan baik-baik saja.
"Saya sudah mengenal Presiden Biden selama lebih dari 40 tahun dan saya mengapresiasi komitmennya terhadap Israel," katanya, sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Netanyahu mengklaim aliansi antara Israel dan AS tak terhancurkan "dan selalu dapat mengatasi ketidaksepahaman seperti ini."
Pemimpin negara Zionis itu merilis pernyataan ini untuk merespons Biden yang mengaku khawatir akan kisruh berkepanjangan di Israel.
"Seperti banyak pendukung Israel lainnya, saya sangat khawatir. Mereka tak bisa seperti ini terus, dan saya sudah menegaskan itu," ujar Biden pada Selasa (28/3), seperti dikutip AFP.
Saat ini, Israel memang sedang didera konflik yang berakar pada rencana pemerintahan Netanyahu untuk merombak sistem peradilan.
Dengan perubahan ini, Netanyahu memberikan kendali lebih banyak kepada politikus, sementara peran Mahkamah Agung dikerdilkan.
Warga Israel pun memprotes rencana itu dalam demonstrasi-demonstrasi yang kerap berujung ricuh hingga puluhan orang ditangkap.
Karena gelombang penolakan yang begitu besar, Netanyahu memutuskan untuk menunda pembahasan perombakan itu dan membuka dialog. Kini, Biden pun menanti kompromi Netanyahu.
"Semoga perdana menteri [Netanyahu] akan bertindak sesuai dengan ucapannya bahwa dia akan mencoba beberapa kompromi, tapi masih harus dilihat," ucap Biden.
Biden berharap rencana perombakan sistem peradilan di Israel itu dibatalkan.
"Saya harap mereka tak melanjutkannya," tutur Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan