Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Israel Buka Suara Soal Timnas Ditolak RI Ikut Piala Dunia U-20 2023
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel buka suara soal penolakan timnas sepakbolanya oleh Indonesia dalam gelaran Piala Dunia U-20 2023. FIFA akhirnya mencabut status RI sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 gegara penolakan ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat, mengatakan pihaknya tidak akan berkomentar lebih jauh soal polemik ini. Tel Aviv mengaku kecewa lantaran Indonesia mencampuri urusan olahraga dengan urusan politik.
"Kami tak akan mengomentari keputusan FIFA," kata Haiat kepada CNIIndonesia.com melalui pernyataan saat ditanya respons Israel soal keputusan FIFA, Senin (3/4).
Haiat kemudian berujar, "Tetapi saya bisa mengatakan bahwa olahraga tak boleh dipengaruhi politik."
Pekan lalu, FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 usai muncul gelombang penolakan atas partisipasi tim nasional Israel di ajang ini.
Mereka yang menolak di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, sejumlah partai seperti: PDIP, PAN, PPP, PKS, dan organisasi masyarakat lain.
Beberapa menyampaikan mereka menolak karena sikap Israel di Palestina. Sebagian lagi, menyampaikan konstitusi sebagai dalih enggan menerima Timnas Israel bermain di RI.
Mereka juga menganggap jika Indonesia mengizinkan Israel bertanding, maka RI tak mendukung Palestina.
Timnas Israel U-20 padahal lolos kualifikasi pada Juni 2022 lalu. Dengan demikian, mereka berhak melaju ke babak selanjutnya dan bertanding di negara yang menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi ini.
Sebelum keputusan FIFA muncul, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, menegaskan masalah olahraga jangan dicampur aduk dengan politik.
"Kita tahu bahwa masing-masing federasi olahraga ini memiliki aturan sendiri termasuk FIFA," kata Al Shun saat konferensi pers di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, pada 15 Maret.
"Dan tentu saja kepesertaan masing-masing negara yang ikut dalam event ini, tentu tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak suka dengan negara peserta tersebut," ungkap dia lagi.
Tak lama sebelum keputusan FIFA, Presiden Indonesia Joko Widodo alias Jokowi juga sepakat dengan Al Shun.
Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia tak akan berubah dalam membela kemerdekaan Palestina.
"Prinsip negara kita Indonesia yang selalu konsisten dan teguh dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina dan mendukung penyelesaian two state solution," kata Jokowi saat konferensi pers pada 28 Maret.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4503 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2077 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1656 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1579 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan