Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Tanggapi Dugaan Rencana Perang AS-NATO di Ukraina Bocor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengaku tak kaget dengan bocornya rencana perang Amerika Serikat dan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) di Ukraina.
Kepada CNN, Peskov mengatakan Moskow sudah menyadari bahwa AS dan NATO terlibat dalam perang di Ukraina sejak lama.
"Kami tidak ragu sedikit pun mengenai keterlibatan langsung atau tidak langsung AS dan NATO dalam konflik antara Rusia dan Ukraina," kata Peskov seperti dikutip CNN, Jumat (7/4).
"Tingkat keterlibatan ini meningkat secara bertahap. Kami mengawasi proses ini. Ya, tentu saja, itu membuat keseluruhan cerita lebih rumit namun itu tidak bisa memengaruhi hasil akhir dari operasi khusus [Rusia]," lanjut dia.
Peskov bicara demikian setelah heboh dokumen rahasia berisi rencana perang AS dan NATO di Ukraina tersebar luas di internet awal pekan ini.
Dokumen-dokumen itu di antaranya menunjukkan penilaian internal AS mengenai kekuatan pasukan Ukraina, pengeluaran amunisi, dan persiapan untuk "serangan balasan musim semi" yang akan datang.
Slide presentasi briefing juga mencakup penilaian AS terhadap korban Rusia dan Ukraina, tingkat penembakan, pengiriman peralatan ke Kyiv dari negara-negara NATO, serta jadwal pelatihan pasukan. Beberapa slide bahkan bertanda "sangat rahasia."
Salah satu dokumen khusus menampilkan bahwa AS dan NATO sedang melatih dan melengkapi sembilan dari 12 brigade tempur baru Ukraina dan memperkirakan bahwa enam di antaranya bakal siap pada akhir Maret sementara tiga sisanya pada 30 April.
Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon sejauh ini menyatakan pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan kebocoran dokumen tersebut dan mencoba menghapusnya dari internet.
Sementara itu, Penasehat Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan via telegram bahwa dokumen tersebut sengaja dibocorkan oleh pihak Rusia.
Menurutnya, dokumen itu tidak autentik dan "tidak berkaitan dengan rencana nyata Ukraina. Dokumen itu, lanjut dia, dibuat berdasarkan "jumlah informasi fiktif yang besar."
"Rusia sedang mencari cara untuk menyita informasi, mempengaruhi rencana skenario serangan balik Ukraina," kata dia.
"(Mereka) mencoba menimbulkan keraguan, kompromi terhadap rencana sebelumnya dan menakut-nakuti lewat kewaspadaan mereka. Tetapi ini hanya permainan standar intelijen Rusia dan tidak lebih. Ini tidak ada kaitannya dengan rencana sesungguhnya Ukraina," ujarnya menambahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan