Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Serbia Ancam Ukraina Yang Ogah Cegah Kosovo Gabung Dewan Eropa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serbia menyampaikan ancaman kepada Ukraina yang memilih abstain ketimbang mencegah Kosovo gabung bersama Dewan Eropa dalam pemungutan suara. Kemarahan dan ancaman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic seperti dikutip dari Russia Today.
Sebelumnya, Komite Kementerian Dewan Eropa menggelar pertemuan luar biasa merespons pengajuan Kosovo untuk masuk Dewan Eropa.
Kosovo sendiri merupakan wilayah yang memisahkan diri dari Serbia pada 17 Februari 2008. Serbia tentu saja menentang permintaan Kosovo tersebut.
Namun dalam pemungutan suara di Komite Kementerian Dewan Eropa, permintaan Kosovo didukung oleh 33 dari 46 anggota. Sementara yang menantang hanya tujuh dan lima lainnya abstain termasuk Ukraina.
"Saya harus mengatakan bahwa Ukraina telah mengejutkan kami secara tidak menyenangkan," tutur Menlu Serbia Ivica Dacic, dilansir dari Russia Today.
Sebagai konsekuensinya, lanjut Dacic, sikap Ukraina yang abstain itu akan berdampak terhadap pengakuan teritori negara itu yang sampai saat ini berkonflik dengan Rusia.
"Seluruh cerita ini didasarkan pada integritas teritorial terkait [konflik di] Ukraina. Anda tahu berapa besar upaya [Serbia] untuk memilih resolusi, untuk mengutuk pelanggaran terhadap integritas Ukraina," kata Dacic.
Dacic juga kesal dengan negara-negara seperti Bosnia dan Herzegovina, Yunani, Slovakia, Armenia, serta sejumlah negara lainnya yang tidak menentang permintaan Kosovo.
"Kebijakan luar negeri amat bergantung dari hubungan imbal balik. Ini tentu saja akan memengaruhi pandangan kami di masa depan tentang integritas teritori negara-negara itu," ucapnya.
Serbia sendiri termasuk negara yang menentang sanksi Barat terhadap Rusia yang menyerang Ukraina. Meski demikian, Serbia tetap mengecam Moskow yang menggunakan operasi militer di Ukraina dan menekankan teritori Kiev harus dihormati.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan