Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hujan Kartu Merah dan Drama Adu Pinalti Warnai Final Turnamen Futsal
Piala Bupati Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Partai final kejuaraan Futsal Piala Bupati Karangasem berlangsung sengit pada Minggu (7/5/2023) dengan mempertemukan tim perwakilan SMA 1 Kubu dengan SMA 2 Amlapura.
Dalam partai panas tersebut, SMA 1 Kubu berhasil menumbangkan perwakilan SMA 2 Amlapura lewat drama adu pinalti dengan skor akhir 8:7 kemenangan bagi SMA 1 Kubu.
Drama adu pinalti harus menjadi penentu kemenangan karena kedua tim bertanding dengan scor imbang 3:3. Sengitnya pertandingan membuat wasit harus mengeluarkan 3 kartu merah, satu untuk tim SMA 1 kubu dan dua kartu merah untuk tim SMA 2 Amlapura.
"Keduanya saling kejar, keduanya sempat saling mengungguli namun menit akhir babak kedudukan keduanya imbang sampai akhirnya ditentukan lewat adu pinalti, SMA 1 Kubu akhirnya keluar sebagai pemenang," kata Ketua Panitia turnamen, I Putu Gede Suwata Berata, Senin (8/5/2023).
Dengan kemenangan tersebut, SMA 1 Kubu mencatatkan namanya sebagai juara turnamen Piala Bupati Karangasem tahun 2023. Di posisi kedua ditempati SMA 2 Amlapura. Posisi ke-3 ditempati SMK 1 Kubu yang juga menang lewat adu pinalti dengan scor 3:2 melawan SMA 1 Bebandem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun