Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kekurangan Penyuluh Pertanian di Karangasem, Distan Rekrut Penyuluh Swadaya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem merekrut penyuluh swadaya untuk mengatasi minimnya tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Karangasem.
Kepala Distan PP Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, Jumat (19/5/2023) mengakui kondisi tersebut, saat ini pihaknya hanya memiliki 56 orang personel penyuluh Pertanian di Kabupaten Karangasem.
Baca juga:
Hidroponik Masuk KK Miskin, Bupati Suwirta Minta Pendamping dan Penyuluh Proaktif Lakukan Pemantauan
"Idealnya ya satu Desa satu penyuluh pertanian, jika desanya luas bisa membutuhkan lebih dari satu, dari 78 Desa di Karangasem sampai saat ini jumlah penyuluh Pertanian hanya 56 orang," kata Siki Ngurah.
Nah untuk mengatasi keterbatasan personel tersebut, pihaknya melalui penyuluh merekrut penyuluh swadaya sebagai patner kerja di lapangan. Penyuluh swadaya ini bisa kelian subak atau petani yang tau bagaimana kondisi pertanian di wilayahnya masing - masing.
Nantinya para penyeluh swadaya tersebur akan di-SK-kan, tak hanya sekedar patner kerja, mereka juga akan diikutkan berbagai pelatiham sehingga bisa menambah pengetahian lebih luas tentang pertanian.
"Mereka ini menjadi patner kerja kita, dengan adanya penyuluh swadaya ini selain menutup kekurangan personel penyuluh juga agar semua tentang kendala pertanian bisa terpantau semuanya," kata Siki Ngurah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan