Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Residivis Kasus Penggelapan Pelaku Pencurian 10 HP di Panti Asuhan Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang pria yang tercatat sebagai residivis kasus penggelapan, Herman (41), berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian.
Pria ini diduga sebagai pelaku pencurian 10 unit handphone di Panti Asuhan Giri Asih, yang terletak di Banjar Melaya Pantai, Desa/Kecamatan Melaya. Penangkapan dilakukan oleh petugas bersenjata saat mengamankan Herman dan membawanya ke Aula Polres Jembrana.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Androyuan Elim Rabu (31/05/2023) menjelaskan bahwa pencurian tersebut terjadi pada akhir bulan Maret lalu. Kejadian bermula ketika pengurus panti kembali dari ibadah di gereja dan melaporkan hilangnya 10 unit handphone milik anak-anak Panti Asuhan Giri Asih.
"Kami berusaha mencari barang tersebut secara bersama-sama, namun tidak berhasil menemukannya. Oleh karena itu, laporan tersebut kemudian disampaikan kepada kami dan kami melakukan tindak lanjut," ujar AKP Elim, yang didampingi Kanit I Ipda Ekky Nurwenda Putra saat memberikan keterangan.
Baca juga:
Menantu di Karangasem Mencuri HP Mertua
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, petunjuk kuat mengarah kepada Herman, yang merupakan pengajar bahasa Inggris di panti tersebut. Polisi kemudian melakukan penyusuran dan berhasil menangkap tersangka di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat 26 Mei 2023 dini hari.
AKP Elim menjelaskan bahwa saat penangkapan, Herman mengakui perbuatannya yang telah mencuri 10 unit handphone milik anak-anak panti tempatnya bekerja. Tersangka mengakui bahwa niat jahat tersebut muncul ketika dia sedang membersihkan dan merapikan kamar anak-anak panti. Dari tangan tersangka, petugas hanya berhasil menemukan satu unit handphone yang digunakan oleh pelaku, sementara sisanya telah dijual secara online.
"Pelaku ini berpindah-pindah pekerjaan dan saat ini menjadi pengajar di panti wilayah Jembrana sejak awal Maret. Setelah sekitar dua minggu bekerja di panti, dia melakukan pencurian handphone," ungkapnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Bangli ini juga mengungkapkan bahwa setelah dilakukan interogasi lebih lanjut, Herman mengakui pernah melakukan pencurian di beberapa tempat lain. Antara lain, dia membawa kabur satu unit mobil dari panti yang berada di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, dan mengambil satu unit handphone di sebuah tempat belajar di wilayah Malang, Jawa Timur.
"Terungkap pula bahwa tersangka Herman ini merupakan residivis kasus penggelapan dan sebelumnya divonis penjara selama 12 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat," tegas AKP Elim.
Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami oleh korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 Juta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan