Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pimpin Kudeta Lawan Putin, Ini Nasib Bos Wagner Prigozhin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Yevgeny Prigozhin membuat berita. Mantan sekutu Presiden Vladimir Putin sekaligus pimpinan tentara bayaran Rusia Wagner, yang ikut berperang di Ukraina tersebut, kini menjadi ancaman bagi Kremlin.
Bagaimana tidak, ia melakukan pemberontakan melawan pertahanan Putin dengan melakukan penyerbuan 200 kilometer (km) dari Moskow, akhir pekan kemarin. Tentaranya bahkan sudah mendekat ke ibu kota negara.
Sayang pemberontakan itu gagal. Ia mendadak membatalkan misi dan akhirnya diasingkan ke Belarusia.
Dikatakan ia menarik pasukannya karena pemerintah Rusia setuju menghilangkan tuduhan pemberontak padanya. Tapi bagaimana nasibnya kini?
Mengutip analis Presiden Grup Eurasia, Ian Bremmer, Prigozhin kini bak "orang mati yang berjalan" setelah memimpin pemberontakan yang gagal melawan Putin. Ia diyakini akan dieksekusi dalam waktu dekat.
"Saya akan sangat terkejut bahwa dia masih bersama kita dalam waktu beberapa bulan," katanya dimuat CNBC International, Senin (26/6/2023).
"Putin telah memenjarakan dan membunuh orang jauh daripada apa yang telah dilakukan Prigozhin padanya ... Tidak terbayangkan bagi saya bahwa Putin akan membiarkannya hidup lebih lama dari yang diperlukan," tambahnya lagi.
Diketahui Prigozhin bersama Wagner berhasil merebut Markas Besar Distrik Militer Selatan di Rostov-on-Don. Kota ini secara strategis simbolis adalah pusat logistik dan komando untuk perang Putin di Ukraina.
Ini pun membuat tentara Kremlin bergegas melindungi ibu kota. Apalagi, Rostov bisa dikuasai hanya dalam hitungan jam.
Baca juga:
Bos Wagner Usai Sempat Upaya 'Kudeta'">Rusia Masih Ingin Hukum Bos Wagner Usai Sempat Upaya 'Kudeta'
"Jelas ini menunjukkan tingkat kelemahan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Presiden Putin," kata Bremmer.
Sebenarnya pemberontakan Prigozhin merupakan akumulasi kekesalannya atas tindakan militer Rusia yang diangganya sewenang-wenang terhadap Wagner. Pasukannya kekurangan amunisi meski sudah meminta ke kementerian.
Perseteruan makin sengit saat militer di Moskow menginginkan semua tentara bayaran swasta yang berperang di Ukraina menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan pada 1 Juli. Prigozhin jelas menolak itu.
Apalagi setelahnya, tentara Rusia menembaki Wagner. Ini tambah membuat pria 64 tanin itu meradang.
"Tujuan Prigozhin adalah untuk menarik perhatian Putin dan memaksakan diskusi tentang kondisi untuk mempertahankan aktivitasnya, peran, keamanan, dan pendanaan yang ditentukan," tulis seorang peneliti senior di Carnegie Russia Eurasia Center, Tatiana Stanovaya, di Twitter.
Ia mengatakan upaya Prigozhin sebenarnya bukanlah tuntutan untuk menggulingkan pemerintah. Tetapi, ia tengah putus asa untuk menyelamatkan perusahaannya, dalam hal ini Wagner.
"Ia berharap jasa Prigozhin dalam mengambil Bakhmut ... akan diperhitungkan dan kekhawatiran tersebut akan menarik perhatian serius Putin," katanya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan