Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Serang Puluhan Bayi di Eropa, Apa Saja Gejala Infeksi Echovirus-11?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan bayi di sejumlah negara Eropa terserang penyakit mematikan akibat Echovirus. Apa saja gejala infeksi Echovirus-11 yang kini jadi sorotan di Eropa?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan soal penyebaran Echovirus-11 yang mematikan.
"Hal ini dianggap tidak biasa karena perburukan kondisi sangat cepat dan tingkat kematian yang tinggi di antara bayi-bayi yang terdampak," ujar WHO, mengutip Healthnews.
Apa itu Echovirus-11?
Echovirus merupakan salah satu jenis Enterovirus. Nama terakhir adalah virus yang umumnya menyerang sistem pencernaan.
Sebagian besar orang yang terinfeksi akan mengeluarkan gejala ringan. Namun dalam beberapa kasus, infeksi Echovirus-11 juga bisa memicu keparahan, utamanya pada anak dan bayi sebagaimana yang terjadi di Eropa.
Sebagian besar Echovirus menyebar melalui kontak dengan kotoran. Mengutip WebMD, bayi baru lahir bisa terpapar virus tersebut dari ibu selama proses persalinan.
Virus mungkin tak menimbulkan gejala apa pun pada saluran pencernaan. Namun, virus dapat menyebabkan infeksi berbahaya, utamanya pada mereka dengan sistem imun yang lemah.
Gejala infeksi Echovirus-11
Paparan Echovirus-11 pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan sejumlah kondisi yang mengancam jiwa. Berikut di antaranya.
1. Sepsis, atau respons infeksi di seluruh tubuh yang bisa berakibat fatal.
2. Meningoensefalitis, atau pembengkakan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.
3. Miokarditis, atau peradangan pada otot jantung.
4. Hepatitis, atau peradangan pada organ hati.
5. Ensefalitis, atau pembengkakan pada otak.
Gejala Echovirus-11 pada bayi dan dewasa umumnya sama. Berikut di antaranya:
- demam,
- diare,
- ruam,
- penyakit kuning,
- hidung tersumbat,
- batuk,
- sakit kepala.
Kemunculan gejala akan bervariasi pada setiap orang yang terinfeksi. Pada beberapa orang, gejala muncul bertahap. Sementara pada beberapa lainnya, gejala bisa bermunculan dengan cepat.
Namun pada bayi, gejala infeksi Echovirus-11 cenderung lebih cepat berkembang.
Perlu diingat bahwa komplikasi infeksi Echovirus-11 seperti yang ramai di Eropa bisa sangat mematikan. Infeksi bisa merusak jantung, hati, atau ginjal.
Sumber : CNN Indonesia
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan