Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Terungkap Isi Pertemuan Putin-Bos Wagner Usai Dikhianati Pemberontakan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Terungkap Isi Pertemuan Putin-Bos Wagner Usai Dikhianati Pemberontakan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan bos Wagner Group Yevgeny Prigozhin dilaporkan sempat bertemu usai pemberontakan tentara swasta tersebut pada akhir Juni lalu.
Pada 24 Juni lalu, Prigozhin yang merupakan sekutu dekat Putin mengerahkan pasukannya untuk menyerbu markas militer Rusia di Rostov. Ia bahkan berencana memobilisasi pasukan Wagner ke Moskow.
Namun, pemberontakan itu tidak berjalan lama. Keesokan harinya Prigozhin menarik seluruh pasukannya dari Rostov dan perjalanan menuju Moskow. Pembatalan pemberontakan ini berlangsung setelah Rusia bernegosiasi dengan Prigozhin.
Lima hari setelah itu, Putin dilaporkan menggelar pertemuan dengan 35 pejabat militer, termasuk Prigozhin, di Kremlin.
Pertemuan ini berlangsung kala nasib Prigozhin dikabarkan tengah terancam akibat mengkhianati Rusia.
Saat wawancara dengan media Rusia, Kommersant, Putin mengklaim dirinya menawarkan pilihan ke Prigozhin dengan mengizinkan Wagner bertempur di bawah komandan baru Andrei Troschev.
"Semuanya akan berkumpul di satu tempat dan melanjutkan kewajiban. Dan, tak ada yang berubah dari mereka," kata Putin kepada Kommersant, seperti dikutip The Guardian, Jumat (14/7).
Ia lalu berujar, "Mereka akan dipimpin orang yang sama, yang menjadi komandan mereka yang sebenarnya selama ini."
Putin mengatakan tawaran tersebut didukung komandan-komandan Wagner.
"Banyak dari mereka yang menganggukkan kepala saat saya mengatakan ini. Namun, Prigozhin, yang duduk di depan mereka dan tak melihat reaksi mereka, mengatakan: tidak."
Putin mengatakan Wagner "tidak ada" di bawah hukum Rusia. Ia lalu mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah untuk menjadikan organisasi tersebut legal.
Pengamat strategi militer Rusia, Dara Massicot, mengatakan langkah Putin itu sebagai upaya memisahkan Prigozhin dan pasukannya.
"Dia memberi sinyal: Saya akan memisahkan Prigozhin dari alatnya, Wagner dan pasukan Wagner, yang masih saya butuhkan," ucap Massicot.
Menurut Massicot, Putin masih memerlukan Wagner dan personelya untuk bertempur di Ukraina. Namun, orang nomor satu di Rusia itu tak lagi perlu Prigozhin.
Sementara itu, konsultan politik dan eks penulis pidato Putin, Abbas Gallyamov, mengatakan pertemuan pemimpin Rusia dan Prigozhin menunjukkan bahwa Putin ingin menormalisasi hubungan dengan bos Wagner.
"Keduanya masih saling membutuhkan," ucap dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan