Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Puja Puji Dua Kader PDIP Usai Bertemu Prabowo Subianto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dua kader PDIP melontarkan pujian kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam pertemuan mereka baru-baru ini.
Keduanya yakni, Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko. Effendi sempat mengundang Prabowo ke acara Rakernas marga Simbolon di daerah Jakarta Timur pada 7 Juli lalu.
Usai acara tersebut, Effendi bahkan memberi sinyal dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024. Dia menyatakan keinginannya agar Indonesia dinakhodai pemimpin yang andal.
"Saya pribadi, secara jujur berharap Indonesia dinakhodai pemimpin yang punya keandalan. Secara jujur dan objektif, saya melihat figur itu ada di Pak Prabowo," ujar Effendi usai mengantar Prabowo yang hadir dalam Rakernas, Jumat (7/7).
Buntut pernyataan itu, Dewan Kehormatan PDIP kemudian memanggil anggota Komisi I DPR tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Effendi tegak lurus mengikuti instruksi partai yang resmi mendeklarasikan Ganjar sebagai capres pada 21 April lalu. Menurutnya, Effendi akan berjuang bersama memenangkan Ganjar.
Usai pertemuan, Effendi dengan raut muka kecut irit bicara. Dia tak berkomentar terkait pemanggilannya.
Sementara baru-baru ini, Budiman bertandang ke kediaman Prabowo di kawasan Kartanegara, Jakarta Selatan. Budiman mengaku kunjungannya itu tak mewakili partai.
"Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi," kata Budiman, Selasa (18/7).
Sama halnya dengan Effendi, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun juga berencana memanggil kader mudanya itu. Dia menyatakan bakal memperlakukan semua kader banteng dengan sama.
"Pasti kami panggil. Semua diperlakukan sama," kata Komarudin Watubun mengutip Antara, Rabu (19/7).
Dia menegaskan kader PDIP terikat dengan aturan partai. Komarudin menyatakan tiap kader tetap memiliki batas selama kartu tanda anggota (KTA). Komarudin enggan berspekulasi tentang sikap Budiman bertemu Prabowo karena kecewa tidak diberikan posisi strategis di pemerintahan.
Menurut dia, kader sekaliber Budiman tidak mungkin mempersoalkan tersebut dengan berlebihan.
"Saya tidak terlalu percaya orang sekelas Budiman, hanya urusan kecil begitu menjadi kecewa. Itu terlalu kecil urusannya," tutur Komarudin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5954 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2295 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan