Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ukraina Sebut Perundingan di Jeddah Produktif, Rusia Bilang Gagal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perundingan yang melibatkan setidaknya 40 negara digelar di Jeddah, Arab Saudi, akhir pekan lalu untuk membahas soal konflik Ukraina dan Rusia.
Perundingan yang dilakukan termasuk AS, China, dan India itu diharapkan dapat mendorong kesepakatan kunci untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Namun, pertemuan itu tak dihadiri Rusia, meskipun demikian Kremlin tetap memantau ketat pertemuan tersebut. Cina--sekutu dekat Rusia--mengirimkan Utusan Khusus untuk Wilayah Eurasia, Li Hui, pada pertemuan tersebut.
Mengutip dari Saudi Gazette, pertemuan mulitlateral itu dipimpin Penasihat Keamanan Nasional yang juga Menteri di Saudi, Musaed Al-Aiban. Tampak pula sejumlah pejabat PBB. Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan itu sebagai progres dari inisiatif yang dibuat Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Saudi, Mohammad bin Salman sejak Maret 2022 silam.
Seorang pejabat senior Ukraina, Minggu (6/8) seperti dilansir Reuters, mengatakan perundingan di Jeddah itu telah berlangsung produktif. Sementara Moskow menyebut pertemuan itu sebagai upaya yang gagal.
Perundingan yang berlangsung di Jeddah itu berakhir pada Minggu lalu tanpa menghasilkan sebuah pernyataan tertulis.
Ukraina dan sekutunya berharap pembicaraan itu menempatkan hasrat dukungan internasional sebagai basis perdamaian, menarik semua pasukan Rusia, dan mengembalikan lagi kontrol wilayah ke Ukraina. Sudah 18 bulan aksi Rusia menginvasi Ukraina, dan setiap pembicaraan damai kedua negara selalu dilakukan di tempat jauh.
Berbicara tentang perundingan di Jeddah, Perwakilan Ukraina, Andriy Yermak dalam pernyataannya menyatakan," Kami melakukan perundingan yang sangat produktif tentang prinsip-prinsip utama yang harus dibangun untuk perdamaian yang adil dan abadi."
Dia mengatakan semua negara yang hadir telah menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara yang tidak dapat diganggu gugat.
Sementara Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada hari yang sama mengatakan pertemuan di Jeddah itu sebagai, "sebuah cerminan dari upaya Barat untuk melanjutkan upaya yang sia-sia dan gagal" untuk memobilisasi dukungan di belakang posisi Zelenskiy."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan