Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kremlin: Rusia Tak Perlu Pemilu Tahun Depan, Putin Pasti Menang Lagi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kremlin: Rusia Tak Perlu Pemilu Tahun Depan, Putin Pasti Menang Lagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Istana Kepresidenan Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bisa saja memilih untuk tidak menggelar pemilihan presiden tahun depan karena dia "jelas" akan menang pemilu lagi.
Pernyataan itu dikatakan langsung oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Minggu (6/8).
"Meskipun pemilu adalah persyaratan demokrasi dan Putin sendiri telah memutuskan untuk menyelenggarakannya, secara teoritis mungkin untuk tidak menyelenggarakannya (pemilu)," kata Peskov kepada situs berita RBC Rusia.
"Karena sudah jelas bahwa Putin akan terpilih lagi," katanya.
Terlepas dari jabatannya, Peskov mengklaim bahwa pernyataan itu "benar-benar pendapat pribadinya."
Peskov berbicara dengan RBC setelah New York Times mengutip dia yang meramalkan kemenangan 90% untuk Putin dalam pemilihan presiden tahun depan.
"Pemilihan presiden kami sebenarnya bukan demokrasi, ini birokrasi yang mahal... Tuan Putin akan terpilih kembali tahun depan dengan lebih dari 90% suara," kata Peskov kepada NYT seperti dikutip The Moscow Times.
Peskov kemudian mengklaim pernyataannya itu telah salah dikutip.
Meski begitu, ia tetap menekankan kepada RBC soal proyeksinya terkait margin kemenangan Putin yang luas "berdasarkan tingkat konsolidasi masyarakat" di sekitar pemimpin Rusia.
Pemilihan presiden Rusia berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2024.
Putin diperkirakan akan mengumumkan pencalonannya kembali sebagai presiden Rusia untuk periode keenamnya secara keseluruhan dalam waktu dekat. Perubahan konstitusi Rusia memungkinkan Putin untuk tetap menjadi presiden hingga 2036.
Pencalonan Putin dalam pilpres Rusia tahun depan ini berlangsung kala Moskow diisolasi habis-habisan oleh Barat atas invasinya ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu.
Di dalam negeri, protes invasi Rusia ke Ukraina juga bermunculan. Namun, protes massal anti-perang secara efektif dilarang berdasarkan undang-undang yang disahkan setelah invasi tahun lalu.
Sebagian besar aktivis oposisi dan pengkritik Putin yang terkemuka juga telah melarikan diri ke luar negeri karena takut dipenjara.
Tahun ini, pemilihan daerah akan berlangsung di puluhan wilayah di seluruh Rusia pada September mendatang. Ada 18 kepala daerah, anggota dari 16 parlemen daerah, dan 12 dewan kota, serta walikota Khabarovsk di Timur Jauh, yang akan melalui pemungutan suara langsung pada September mendatang.
Kremlin juga diharapkan mengadakan pemungutan suara di empat wilayah Ukraina yang diklaim telah dianeksasi pada musim gugur lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan