Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Geger Penjarahan Usai Kebakaran, Hawaii Seperti Medan Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kawasan Maui, Hawaii, makin terlihat bak medan perang usai geger warga melakukan penjarahan besar-besaran di tengah ketidakpastian akibat kebakaran hutan parah beberapa hari belakangan.
Penjarahan terjadi hampir tiap malam karena warga merasa frustrasi. Mereka kekurangan pasokan kebutuhan sehari-hari, sementara daerah mereka terisolasi.
Tim penyelamat sebenarnya membagikan bantuan air, makanan, dan obat-obatan. Namun, aliran bantuan itu tak merata.
Warga di tempat-tempat yang terisolasi pun mulai bergerak demi nyawa sendiri. Mereka menjarah dan merampok warga lainnya.
Ada polisi. Ada militer, tapi pada malam hari, orang-orang dirampok dengan todongan senjata," ujar seorang pemilik bar di kawasan Lahaina, Matt Robb, seperti dilansir Business Insider.
"Warga dirampok dan dijarah. Mereka datang ke rumah-rumah, tapi di siang hari semua biasa saja. Di mana bantuan itu? Saya rasa pemerintah dan pemimpin kami tak tahu bagaimana cara mengatasi ini atau apa yang harus dilakukan."
Di tengah kekacauan ini, warga hanya dapat menggantungkan harapan pada perusahaan dan sukarelawan yang menyalurkan bantuan ke berbagai penjuru Maui.
Namun lambat laun, para relawan juga gerah karena sangat sulit berkoordinasi dengan pihak berwenang.
"Sangat menarik melihat bagaimana ketika kalian membawa air atau produk bantuan lain untuk membantu warga, tapi malah diusir," ujar Robb, sebagaimana dikutip South China Morning Post.
"Saya rasa ada cara lebih baik untuk mengatur yang seharusnya dilakukan, tapi saya rasa semuanya dilakukan dengan tidak benar. Saya rasa masalahnya ada pada kepemimpinan dan pengetahuan bagaimana cara menangani ini."
Hawaii memang sedang kewalahan menangani dampak kebakaran hutan yang tak kunjung padam sejak pekan lalu. Kebakaran tersebut merembet dengan cepat karena angin yang dibawa Badai Dora.
Sebagian warga mengeluhkan sistem notifikasi bahaya yang tak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mereka tak punya cukup waktu untuk menghadapi dampak bencana.
Dampak kebakaran hutan itu pun sangat parah. Bangunan hangus rata dengan tanah, sementara warga pontang-panting mencari tempat berlindung.
Sejumlah warga dan pejabat bahkan menggambarkan suasana di kawasan Maui bak medan perang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan