Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ukraina Kirim Tentara Usia 71 Tahun Ikuti Latihan Militer NATO
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina disebut mengirim satu personel militer berusia 71 tahun untuk mengikuti latihan penggunaan senjata berat yang digelar NATO di Jerman.
Financial Times melaporkan laki-laki lanjut usia itu mengajukan diri untuk bergabung dengan militer Ukraina sebelum ikut latihan. Pelatih NATO yang bekerja di pangkalan militer Klietz, Jerman, mengaku terkesan dengan "motivasi luar biasa" dari peserta tersebut.
Ia mengakui para peserta asal Ukraina yang ikut latihan militer terdiri dari berbagai usia dan dengan beragam kemampuan.
Lebih lanjut, pelatih itu mengatakan komandan Ukraina di garis depan sebenarnya kerap lebih memilih mempertahankan prajurit mereka di lapangan daripada mengikuti latihan di luar negeri, demikian dikutip RT.
Menanggapi program ini, Nick Reynolds, peneliti perang dari lembaga think tank di Inggris, Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan pelatihan militer yang diberikan Barat sering kali tak memenuhi harapan Ukraina.
Menurutnya, Ukraina ingin pasukan mereka berlatih dengan tank, kendaraan lapis baja, artileri, dan drone dalam kondisi yang sesuai di medan perang.
Namun, Reynolds juga mencatat pelatihan semacam itu bisa berisiko bagi personel militer yang terlibat. Di sisi lain, negara-negara Eropa tak menoleransi kecelakaan pelatihan.
"Pendekatan ini tak sesuai dengan persyaratan [Ukraina] untuk peserta pelatihan," kata Reynolds.
Masalah lain latihan semacam ini juga mencakup komandan Ukraina yang "merasa lebih tahu" karena menerima pendidikan militer di masa Uni Soviet. Tak jarang orang-orang seperti itu berselisih dengan pelatih Jerman.
Namun, bagi wakil kepala misi pelatihan multinasional Uni Eropa, Martin Bonn, tantangan utama program latihan untuk Ukraina ini yakni kurang penerjemah.
Masalah bahasa ini juga dilaporkan menghambat pelatihan pilot Ukraina untuk menerbangkan jet tempur F-16 rancangan Amerika Serikat.
"Tantangan besarnya adalah menerjemahkan kata-kata yang digunakan dalam konteks militer atau teknis, kata-kata yang tidak digunakan siapa pun dalam kehidupan sehari-hari," kata Bonn.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan