Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Eks CIA Sebut Zelensky Terancam Dikudeta Militer, Tak Becus Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Eks analis Badan Intelijen Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) Larry Johnson menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terancam dikudeta militer karena dianggap gagal dalam perang.
Pernyataan itu terungkap saat Johnson menjadi narasumber di acara Redacted yang dirilis pekan lalu.
"Zelensky kemungkinan besar akan digulingkan melalui kudeta dalam tiga hingga empat pekan ke depan, karena ketidakpuasan yang besar di kalangan pasukan front timur," kata Johnson, dikutip RT, Selasa (29/8).
Menurut RT, serangan besar-besaran Ukraina di Zaporizhzhia gagal menembus markas pasukan Rusia, meskipun ada brigade tambahan.
Lebih lanjut, Johnson menerangkan dari perkembangan konflik, kelangsungan hidup Ukraina sebagai negara "sangat diragukan."
Menurutnya Ukraina sudah sepenuhnya bergantung ke Barat, dan kebutuhan mereka akan terus bertambah sementara kemampuan kian susut.
Dalam kesempatan itu, Johnson juga menyinggung keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Ukraina.
Strategi AS dalam konflik ini adalah menjebak Rusia dalam perang yang tak bisa dimenangkan dan mendorong pergantian rezim di Moskow, kata dia.
"[Sebaliknya] hal ini akan terjadi pada Ukraina, dan Washington harus mencari cara untuk mundur dari konflik tersebut," ucap Johnson.
Johnson bukan pengamat pertama yang mengemukakan ancaman kudeta terhadap Zelensky. Pada Agustus ini, pensiunan perwira marinir AS, Scott Ritter, punya pandangan serupa.
Ritter mengatakan kemungkinan kudeta militer kian besar seiring dengan kehancuran tiap-tiap brigade Ukraina.
"Kita bisa mencapai momen Kerensky 1917, di mana miiter hanya mengatakan 'Kita sudah selesai'," kata Ritter.
Di tahun itu, kudeta terhadap pemerintahan Alexander Kerensky atau yang dikenal Revolusi Oktober atau Revolusi Bolshevik mencuat. Penggulingan ini dilakukan pihak komunis Partai Bolshevik di bawah pimpinan Vladimir Lenin.
Di masa pemerintahan Kerensky banyak yang tak puas karena ia dianggap terlalu fokus terhadap Perang Dunia I dan memerintah dengan tirani.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang