Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Eks CIA Sebut Zelensky Terancam Dikudeta Militer, Tak Becus Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Eks analis Badan Intelijen Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) Larry Johnson menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terancam dikudeta militer karena dianggap gagal dalam perang.
Pernyataan itu terungkap saat Johnson menjadi narasumber di acara Redacted yang dirilis pekan lalu.
"Zelensky kemungkinan besar akan digulingkan melalui kudeta dalam tiga hingga empat pekan ke depan, karena ketidakpuasan yang besar di kalangan pasukan front timur," kata Johnson, dikutip RT, Selasa (29/8).
Menurut RT, serangan besar-besaran Ukraina di Zaporizhzhia gagal menembus markas pasukan Rusia, meskipun ada brigade tambahan.
Lebih lanjut, Johnson menerangkan dari perkembangan konflik, kelangsungan hidup Ukraina sebagai negara "sangat diragukan."
Menurutnya Ukraina sudah sepenuhnya bergantung ke Barat, dan kebutuhan mereka akan terus bertambah sementara kemampuan kian susut.
Dalam kesempatan itu, Johnson juga menyinggung keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Ukraina.
Strategi AS dalam konflik ini adalah menjebak Rusia dalam perang yang tak bisa dimenangkan dan mendorong pergantian rezim di Moskow, kata dia.
"[Sebaliknya] hal ini akan terjadi pada Ukraina, dan Washington harus mencari cara untuk mundur dari konflik tersebut," ucap Johnson.
Johnson bukan pengamat pertama yang mengemukakan ancaman kudeta terhadap Zelensky. Pada Agustus ini, pensiunan perwira marinir AS, Scott Ritter, punya pandangan serupa.
Ritter mengatakan kemungkinan kudeta militer kian besar seiring dengan kehancuran tiap-tiap brigade Ukraina.
"Kita bisa mencapai momen Kerensky 1917, di mana miiter hanya mengatakan 'Kita sudah selesai'," kata Ritter.
Di tahun itu, kudeta terhadap pemerintahan Alexander Kerensky atau yang dikenal Revolusi Oktober atau Revolusi Bolshevik mencuat. Penggulingan ini dilakukan pihak komunis Partai Bolshevik di bawah pimpinan Vladimir Lenin.
Di masa pemerintahan Kerensky banyak yang tak puas karena ia dianggap terlalu fokus terhadap Perang Dunia I dan memerintah dengan tirani.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2040 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun