Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Arjuno Jawa Timur Sampai 4.403 Hektare
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Arjuno terus meluas. Total lahan yang terdampak per Rabu (6/9) mencapai 4.403 hektare.
"Hari ini luasan daerah terdampak mencapai 4.403 hektare," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi saat dikonfirmasi.
Meski demikian, kata dia, titik api sudah mulai berkurang hari ini dibandingkan dengan Selasa (5/9) kemarin.
"Titik api juga sudah berkurang banyak," ucapnya.
Senada, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan titik api di Gunung Arjuno sudah berkurang signifikan. Meski begitu ia belum menyebutkan jumlah pastinya.
"Kalau di titik Arjuno Insyaallah sudah tinggal sedikit titiknya, harus di-update berapa yang harus dilakukan pembasahan," ucapnya.
Khofifah mengatakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pun akan memantau langsung penanganan karhutla di Gunung Arjuno di Posko Darurat Penanganan Karhutla Gunung Arjuno di Pendopo Kaliandra, Desa Dayurejo Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (7/9).
"Insya Allah besok ada kepala BPPB datang ke posko proses penanggulangan karhutla Arjuno, saya juga akan datang ke sana kembali," ucapnya.
Khofifah menuturkan angin yang kencang menjadi faktor yang menyebabkan terus meluasnya karhutla Arjuno.
"Anginnya kencang, dari angin yang kencang itu proses pembatasan yang dilakukan masyarakat mereka sudah luar biasa melakukan pembatasan supaya api tidak menjalar, tapi kalau kena angin maka api itu melampaui pembatasan itu," ucapnya.
Selain itu, letak geografis lahan yang terdampak juga jadi penyebab sulitnya pemadaman di lakukan secara manual. Karena itu prosesnya pun harus dilakukan melalui udara atau water bombing.
"Ariuno itu kemiringannya cukup ekstrem maka enggak bisa melakukan pembasahan manual, kami menggunakan water bombing pakai helikopter BNPB," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan