Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
KPI Surati Stasiun TV Minta Klarifikasi Ganjar Muncul di Tayangan Azan
beritabali.com/cnnindonesia.com/KPI Surati Stasiun TV Minta Klarifikasi Ganjar Muncul di Tayangan Azan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta stasiun televisi swasta yang menyiarkan tayangan azan dengan memunculkan bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo, memberikan klarifikasi.
Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Aliyah mengatakan KPI sudah mengirimkan surat ke stasiun televisi tersebut yang isinya bertanya tentang kesediaan waktu klarifikasi.
"Kami tengah lakukan kajian terhadap hal tersebut dan kami minta segera klarifikasi Lembaga Penyiaran yang menayangkan," kata Aliyah yang juga menyatakan pihaknya kini menunggu respons surat tersebut, diberitakan detik, Sabtu (9/9).
Menurut Aliyah potensi pelanggaran belum bisa dipastikan. Kata dia hal itu masih dalam kajian.
Dalam tayangan azan magrib di stasiun televisi RCTI, Ganjar terlihat ketika adegan salah berjemaah. Dia memakai kemeja putih, peci hitam dan sarung batik. Ganjar tampak mempersilakan jemaah masuk masjid.
Tayangan ini belakangan jadi sorotan masyarakat yang sebagian beranggapan hal itu adalah politik identitas.
RCTI adalah salah satu stasiun televisi swasta MNC Group yang dimiliki Harry Tanoesoedibjo, pemimpin Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Sekjen Perindo Ahmad Rofiq mengatakan tak ada yang salah terkait kemunculan Ganjar dalam tayangan azan tersebut.
Baca juga:
PPP Ungkap Sosok Cawapres Terkuat Ganjar
"Menyerukan terhadap kebaikan itu bisa dilakukan kepada siapa saja termasuk Mas Ganjar. Jadi tidak ada yg salah dalam tayangan itu," klaim Rofiq.
Bakal calon presiden Anies Baswedan yang dimintai pendapat tentang hal ini merespons, "Enggak komentar". Sedangkan bakal calon wakil presiden pasangan Anies, Muahimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan KPI dan Bawaslu yang memiliki kewenangan untuk menilai hal itu.
"Tugas KPI dan Bawaslu yang bisa mengomentari," kata Cak Imin.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai tak ada unsur politik identitas dalam tayangan itu. Dia menyebut mengajak masyarakat beribadah adalah hal baik.
"Kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, politik yang miskin prestasi," kata Hasto.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5862 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2218 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan