Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Banjir Bandang Hingga Bendungan di Libya Jebol, 2 Ribu Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pihak berwenang Libya melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas dan ribuannya masih hilang disapu banjir bandang yang menghantam Kota Derna pada Senin (11/9).
Banjir bandang menerjang kota di timur Libya itu setelah Badai Daniel dan hujan deras melanda wilayah itu.
Juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) yang mengontrol wilayah timur negara itu, Ahmed Mismari, mengatakan bencana ini diperburuk setelah bedungan di atas Kota Derna ambrol "hingga menghanyutkan seluruh lingkungan beserta penduduknya ke laut."
Mismari menyebutkan jumlah orang yang masih hilang mencapai 5-6 ribu orang.
Sementara itu, kepala pemerintahan di wilayah timur Libya, Osama Hamad, juga mengonfirmasi lebih dari 2 ribu orang tewas akibat banjir di Derna.
"Jumlah korban hilang mencapai ribuan dan korban tewas melebihi 2.000 orang," kata Hamad kepada Al-Masar TV seperti dikutip Reuters.
"Seluruh kampung di Derna lenyap, bersama dengan penduduknya hanyut ke air," paparnya menambahkan.
Sejumlah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan arus deras mengalir di pusat kota. Hampir seluruh bangunan yang dilewati arus banjir hancur di kedua sisi jalan.
Stasiun televisi Almostkbal di Libya Timur menyiarkan cuplikan yang menunjukkan orang-orang terlantar di atap kendaraan dan bangunan mereka sembari meminta pertolongan. Sebagian mobil-mobil itu ikut hanyut terbawa arus banjir.
Sementara itu, empat pelabuhan. minyak utama di Libya yakini Ras Lanuf, Zueitina, Brega, dan Es Sidra ditutup sejak Sabtu malam selama tiga hari.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pihak berwenang telah mendeklarasikan status darurat ekstrem sehingga menutup sekolah, toko, dan memberlakukan jam malam.
Parlemen Libya juga mengumumkan tiga hari berkabung.
Bencana banjir ini berlangsung ketika Libya masih dirundung krisis politik hingga membagi negara itu menjadi dua kubu pemerintahan yakni timur dan barat.
Pemerintahan yang diakui secara internasional berbasis di Tripoli tidak menguasai wilayah timur Libya yang dilanda banjir ini.
Di Tripoli, Dewan Kepresidenan sebagai kepala negara sementara telah meminta bantuan komunitas internasional untuk menangani bencana ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan