Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Entah Kebetulan, Tebing Tukad Taksu Juga Tewaskan Tiga Pencari Pasir di 2009
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Di balik peristiwa tebing longsor yang menewaskan tiga orang penggali batu hitam pada Senin (11/9/2023), rupanya Tukad Taksu yang ada di wilayah Banjar Kemoning, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem, Karangasem menyimpan sebuah cerita kelam.
Informasi yang didapat, tebing yang ada di kawasan Sungai Taksu ini rupanya bukan kali pertama menelan korban jiwa. Entah ini hanya kebetulan saja, sekitar tahun 2009 silam peristiwa serupa dikatakan pernah terjadi tidak jauh dari lokasi kejadian saat ini. Anehnya saat itu jumlah korban jiwa juga sama sebanyak 3 orang penggali pasir yang sedang berteduh.
"Ya dulu sekitar tahun 2009 juga pernah kejadian, waktu itu korbannya juga 3 orang pencari pasir, mereka tertimbun longsoran saat berteduh di bawah tebing, lokasinya juga di sekitar sini," kata Perbekel Desa Bhuanagiri, Ir I Nengah Diarsa kepada wartawan.
Sementara itu, menurut Diarsa aktivitas penggalian batu hitam secara manual seperti ini di luar kontrolnya sebagai Kepala Desa karena biasanya pada saat warga sedang istirahat. Namun demikian, imbauan sudah kerap diberikan pascakejadian pada tahun 2009 silam agar warga berhati - hati saat beraktivitas di tempat-tempat rawan.
Ia mengakui hingga saat ini masih ada belasan warga khususnya di Banjar Kemoning yang memiliki pencaharian sebagai penggali batu hitam secara manual. Untuk mencari batu hitam sendiri, bukan pekerjaan yang mudah karena membutuhkan keahlian khusus untuk bisa menentukan dimana lokasi dan trik yang terdapat batu hitam tersebut.
"Biasanya masyarakat menjajagi dulu apakah di wilayah itu ada batunya atau tidak, karena tidak sembarangan masyarakat yang bisa tahu atau menebak bahwa di lokasi itu ada potensi batunya. Untuk jumlah warga yang berprofesi sebagai penggali batu manual ada sekitar 15 orang, biasanya mereka bekerja secara berkelompok," imbuh Diarsa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan