Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Kirim 35 Dokter Darurat Usai Libya Kena Banjir Bandang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Situasi Darurat Rusia mengatakan telah mengirimkan sebanyak 35 dokter darurat dan bantuan kemanusiaan ke Libya yang tiba pada Sabtu (16/9) imbas diterjang banjir bandang.
"Pesawat ketiga kementerian yang membawa dokter spesialis telah mendarat di Libya," kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (17/9).
"Sekitar 35 pegawai Kementerian Situasi Darurat Rusia akan memberikan bantuan medis kepada penduduk yang terkena dampak banjir," lanjutnya.
Kementerian Situasi Darurat itu juga mengatakan bahwa dokter-dokter yang dikirim tersebut akan memberikan bantuan medis hingga 100 orang per hari di lokasi.
Selain itu, Rusia juga telah mengirim sebuah rumah sakit keliling yang dilengkapi dengan ruang operasi dan unit perawatan intensif (ICU).
Tidak hanya Rusia yang mengirimkan bantuan kepada Libya yang terkena banjir bandang. Sejumlah negara dan organisasi internasional juga turut mengulurkan tangan.
Berdasarkan laporan AFP pada Sabtu (16/9), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan 29 ton bantuan dan telah tiba di kota Benghazi. Bantuan itu cukup untuk 250 ribu orang.
Bantuan dari WHO mencakup obat-obatan, perlengkapan bedah darurat, dan kantong jenazah sehingga korban jiwa bisa dikubur secara terhormat.
Kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA) disebut akan segera mengeluarkan US$10 juta dari Dana Tanggap Darurat Pusat. Selain itu, organisasi tersebut juga akan membuat permohonan anggaran sebesar US$71,4 juta untuk digelontorkan kepada 250 ribu orang dan agar mencegah krisis kesehatan sekunder.
Baca juga:
Rusia, Bawa 'Suvenir' 5 Drone-Rompi Antipeluru">Kim Jong Un Pulang dari Rusia, Bawa 'Suvenir' 5 Drone-Rompi Antipeluru
Lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah dari Iran telah mengirimkan 40 ton bantuan yang terdiri dari tenda, selimut, karpet, peralatan kebersihan, dan paket makanan. Selain itu, Iran juga mengirimkan tiga tim penyelamat kepada Libya.
Kapal militer Italia San Marco tiba di Derna pada Sabtu (16/9) membawa dua helikopter search and rescue (SAR). Selain itu, Italia juga membawa tenda yang bisa menampung seribu orang, 5 ribu selimut, peralatan sanitasi, dan delapan pompa air.
Selain itu, Rumania dan Turki juga mengirimkan bantuan. Rumania membawa bahan makanan dan kasur, sementara Turki mengirim tiga rumah sakit lapangan beserta personel medis hingga pemadam kebakaran.
Berdasarkan laporan lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Internasional di Libya, korban tewas akibat badai dan banjir besar yang menyebabkan jebolnya dua bendungan hingga kini mencapai 11.300 orang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan