Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Tergolong Defisit Beras, Terima 7.000 Ton Beras Impor
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Tiga daerah yang mengalami defisit beras, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur dan Bondowoso akan menerima distribusi beras impor dari Vietnam dan Thailand yang dikirim melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Banyuwangi.
Kepala Bulog Banyuwangi Harisun mengatakan untuk total beras impor yang dikirim ke tiga daerah itu mencapai 16 ribu ton, dengan rincian 7.000 ton beras dikirim ke Bali, 5.500 ton dikirim ke Nusa Tenggara Timur, dan 3.500 ton ke Bondowoso.
“Kita ada perintah dari pusat dalam rangka untuk stabilisasi beras untuk daerah-daerah devisit kebetulan daerah Bali dan NTT untuk penyaluran bantuan pangan ini kan stoknya terbatas, jadi kami diperintahkan pusat untuk mengirim stok ke daerah tersebut,” ujar Harisun, Senin (25/9/2023).
Menurut Harisun, tujuan dikirimkannya 16 ribu ton beras impor tersebut agar ketersediaan dan stok beras di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi aman dan tercukupi.
Kata Harisun, Bali, NTT dan Bondowoso merupakan tiga daerah yang mengalami defisit beras. Sehingga pengiriman beras impor tersebut untuk pemerataan stok.
“Untuk Bondowoso sebenarnya sudah ada stok beras cuma stoknya menipis, jadi kami diperintah ke Bondowoso juga untuk dikirim,”papar Harisun.
Pengiriman beras untuk tiga daerah itu saat ini sedang berjalan. Pihaknya memang membutuhkan waktu lebih agar seluruhnya bisa terkrim sesuai kota yang ditentukan.
“Smoga pengiriman ini bisa membantu kekurangan beras yang ada di tiga wilayah itu, sehingga ada pemerataan,” tuturnya.
Hingga saat ini, Bulog Banyuwangi telah menerima lima kali kiriman beras impor yang datang via Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi.
“Dari lima kali kiriman itu, total beras impor yang diterima berjumlah 24,6 ribu ton,” kata Harisun.
Sementara itu, Bulog Banyuwangi saat ini masih menyimpan beras yang cukup untuk kebutuhan selama sekitar 14 bulan ke depan.
“Jumlah ini cukup untuk kebutuan selama 6 bulan di wilayah Banyuwangi,” pungkasnya. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun