Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Makna Tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon di Desa Kapal, Tahun Ini ke-784 Kali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tradisi Upacara Aci Tabuh Rah Pengangon atau sebelumnya disebut siat Tipat Bantal kembali digelar di depan Pura Desa Lan Puseh Desa adat Kapal, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (29/9/2023).
Tradisi upacara Aci Tabuh Rah secara umum merupakan tradisi masyarakat adat untuk meminta energi atau anugrah kemakmuran. Pelaksanaan tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon, tahun ini telah digelar ke-784 kalinya yang bertepatan dengan rainan Purnama Kapat menurut Kalender Bali.
Tradisi upacara Aci Tabuh Rah Pengangon diikuti oleh 10 ribu orang warga desa Kapal.
"Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak, 784 kali diikuti oleh 10 ribu orang krama desa adat Kapal," jelas Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana.
Dirinya menjelaskan, pelaksanaan tradisi ini memiliki tujuan meningkatkan solidaritas di antara masyarakat desa, memohon kepada Tuhan kekuatan lahir batin agar seluruh warga desa Kapal dilimpahkan sumber penghidupan.
"Tradisi ini kami tetap jalankan agar seluruh masyarakat kami (Desa adat Kapal) mampu mencapai kemakmuran dan kesejahteraan saat ini maupun yang akan datang," ujarnya.
Dirinya memaparkan, adapun rangkaian tahapan tradisi upacara Aci Tabuh Rah Pengangon yang pelaksanaan kegiatannya telah dimulai sejak 1339 masehi ini dimulai dengan tahap persembahyangan bersama. Kemudian, sore hari sebelum puncak kegiatan pelemparan tipat dan bantal, dihaturkan tarian rejang tipat baris bantal.
"Setelah dihaturkan tarian rejang para peserta tari melakukan prosesi pelemparan tipat bantal dalam skup kecil. Kemudian berlanjut ke aksi melempar tipat dan bantal ke udara di lakukan di jalan Raya atau di areal luar pura diikuti ribuan warga se desa adat Kapal selama 2 jam lamanya," paparnya.
Setelah selesai pelaksanaan Tradisi upacara Aci Tabuh Rah Pengangon selanjutnya para warga desa kembali ke rumah masing-masing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan