Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Putra Raja Gianyar Terakhir Sebut Pasar Gianyar Tidak Merakyat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Putra Raja Gianyar terakhir, Anak Agung Gede Agung mendadak angkat bicara soal keberadaan Pasar Rakyat Gianyar yang sudah berdiri megah. Penglingsir Puri Agung Gianyar itu menilai pasar yang berdiri tidak mencerminkan rakyat.
"Pas lewat disana, itu tempat yang tidak merakyat," ujar Anak Agung Gede Agung, Senin (2/10).
Dikatakan, bahwa pasar yang sebelumnya lebih merakyat ketimbang yang saat ini justru mirip mall. Diakui, gedung pasar rakyat yang berdiri di Jalan Raya Astina itu tergolong mewah. Mirip bangunan hotel bintang. "Beda dengan dulu, pasar dulu damai sekali," ungkap dia.
Dulu, aura pasar sangat terasa. Dari luar sudah terlihat kesibukan, hiruk pikuk pasar. Namun kali ini justru beda. Lantai paling atas, sepi pedagang, banyak kios tutup karena sepi pembeli. "Dulu ada saling keterkaitan, antara pedagangnya dan pembeli," ungkap dia.
Yang paling menonjol menjadi sorotan dirinya, adalah status tanah yang dulunya milik adat. Dulu di atas pasar itu ada 27 KK diminta bergeser ke kampung Tinggi untuk keperluan perluasan pasar.
Tentu saja ada tanah adat di atas pasar. "Kalau benar itu tanah PKD (Pekarangan desa), maka bisa digugat melalui PTUN," saran dia.
Sebelumnya, pasar rakyat ini dibangun di era bupati Gianyar Made Mahayastra -Anak Agung Mayun (yang juga dari Puri Gianyar). Memang di awal pembangunannya, sempat terjadi persoalan, baik antara adat dan juga pedagang toko yang mengklaim punya hak bangunan.
Diskusi terkait persoalan bersama pedagang sempat dilakukan di Bappeda Gianyar. Pemerintah saat itu mengklaim punya sertifikat tanah sehingga persoalan melandai dan pembangunan pasar berlanjut hingga berdiri megah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2455 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun