Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putra Raja Gianyar Terakhir Sebut Pasar Gianyar Tidak Merakyat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Putra Raja Gianyar terakhir, Anak Agung Gede Agung mendadak angkat bicara soal keberadaan Pasar Rakyat Gianyar yang sudah berdiri megah. Penglingsir Puri Agung Gianyar itu menilai pasar yang berdiri tidak mencerminkan rakyat.
"Pas lewat disana, itu tempat yang tidak merakyat," ujar Anak Agung Gede Agung, Senin (2/10).
Dikatakan, bahwa pasar yang sebelumnya lebih merakyat ketimbang yang saat ini justru mirip mall. Diakui, gedung pasar rakyat yang berdiri di Jalan Raya Astina itu tergolong mewah. Mirip bangunan hotel bintang. "Beda dengan dulu, pasar dulu damai sekali," ungkap dia.
Dulu, aura pasar sangat terasa. Dari luar sudah terlihat kesibukan, hiruk pikuk pasar. Namun kali ini justru beda. Lantai paling atas, sepi pedagang, banyak kios tutup karena sepi pembeli. "Dulu ada saling keterkaitan, antara pedagangnya dan pembeli," ungkap dia.
Yang paling menonjol menjadi sorotan dirinya, adalah status tanah yang dulunya milik adat. Dulu di atas pasar itu ada 27 KK diminta bergeser ke kampung Tinggi untuk keperluan perluasan pasar.
Tentu saja ada tanah adat di atas pasar. "Kalau benar itu tanah PKD (Pekarangan desa), maka bisa digugat melalui PTUN," saran dia.
Sebelumnya, pasar rakyat ini dibangun di era bupati Gianyar Made Mahayastra -Anak Agung Mayun (yang juga dari Puri Gianyar). Memang di awal pembangunannya, sempat terjadi persoalan, baik antara adat dan juga pedagang toko yang mengklaim punya hak bangunan.
Diskusi terkait persoalan bersama pedagang sempat dilakukan di Bappeda Gianyar. Pemerintah saat itu mengklaim punya sertifikat tanah sehingga persoalan melandai dan pembangunan pasar berlanjut hingga berdiri megah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan