Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kremlin Murka Armenia Gabung ICC, Kini Bisa Tangkap Putin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Armenia membuat Rusia murka dengan meratifikasi perjanjian untuk bergabung ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Selasa (3/10).
Baca juga:
Ketua DPR AS Kevin McCarthy Dipecat
Keputusan bergabung dengan ICC membuat Armenia bisa menangkap Presiden Vladimir Putin jika berkunjung ke negara tersebut, sesuai perintah pengadilan kriminal internasional. Armenia sendiri merupakan sekutu dekat Rusia.
Parlemen Armenia menggelar pemungutan suara untuk menyetujui perjanjian bergabung dengan ICC. Dari hasil voting ini, 60 anggota mendukung dan 22 menolak jadi anggota pengadilan itu.
Perwakilan Armenia untuk masalah hukum internasional Eghushe Kirakosyan mengatakan keputusan tersebut muncul demi keamanan negara.
"Kami menciptakan jaminan tambahan [dalam menghadapi musuh bebuyutan, Azerbaijan]," kata Kirakosyan, dikutip AFP.
Armenia mengambil langkah ini setelah Azerbaijan melancarkan operasi militer di Nagorno-Karabakh pada September lalu, yang menyebabkan ratusan orang dilaporkan tewas.
Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, tapi sebagian penduduk wilayah itu merupakan etnis Armenia. Wilayah ini juga menjadi konflik kedua negara selama puluhan tahun.
Kepercayaan pada Rusia meluntur
Di tengah konflik itu, kepercayaan Armenia ke Rusia memudar. Mereka frustrasi usai Rusia dinilai tak mampu atau tak mau lagi membantu mereka atas agresi Azerbaijan.
Armenia merupakan sekutu Rusia sejak berabad-abad lalu, tepatnya sejak penaklukan Kekaisaran Rusia ke Kaukasus pada 1817-1864.
Kremlin juga berkomitmen menjamin keamanan Armenia melalui Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO).
Keputusan baru Armenia untuk bergabung dengan ICC ini membuat Rusia murka.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Armenia telah mengambil "keputusan yang salah."
Peskov juga mengatakan Armenia tak punya alternatif penjamin keamanan selain CSTO.
"Pihak Armenia tak memiliki mekanisme yang lebih baik daripada mekanisme ini," ujar jubir itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan