Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Truk Bantuan Kemanusiaan Untuk Gaza Mulai Dikirim ke Perbatasan Mesir
beritabali.com/cnnindonesia.com/Truk Bantuan Kemanusiaan Untuk Gaza Mulai Dikirim ke Perbatasan Mesir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Truk-truk bantuan kemanusiaan untuk warga di Jalur Gaza dilaporkan mulai bergerak dari Al Arish di semanjung Sinai, Mesir, menuju penyeberangan Rafah, perbatasan Gaza dengan Mesir.
Pergerakan itu disampaikan oleh seorang saksi mata kepada Reuters, Selasa (17/10).
Diberitakan Anadolu Ajansi, Bulan Sabit Merah Mesir juga menyatakan bahwa truk-truk bantuan berisi pasokan makanan hingga peralatan medis sudah mulai bergerak dari Al Arish.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (16/10) pagi, Direktur Bulan Sabit Merah Mesir di Sinai Utara, Khaled Zaid, mengatakan kepada Anadolu bahwa "truk bantuan sudah mulai dikirim ke perbatasan Rafah."
Zaid mengaku tidak mengetahui waktu pasti bantuan tersebut memasuki Rafah. Dia hanya mengatakan pemerintah Mesir meminta agar bantuan-bantuan itu cepat-cepat dikirimkan.
"Pihak berwenang Mesir telah meminta truk-truk tersebut mulai bergerak ke penyeberangan dengan cepat," kata Zaid.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Mesir saat ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan bantuan dari negara dan lembaga yang mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Pada Minggu (15/10), badan ini mengumumkan di Facebook bahwa bantuan-bantuan dari Turki, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Bandara Internasional Al Arish.
Ratusan truk dan ton bahan makanan juga datang dari majelis amal Mesir, Koalisi Nasional untuk Pekerjaan Pembangunan Sipil (National Coalition for Civil Development Work).
Sejak perang pecah pada 7 Oktober lalu, Israel memblokade total Jalur Gaza hingga membuat warga setempat krisis pasokan listrik, air, makanan, serta bahan bakar.
Blokade ini sendiri terjadi setelah milisi Palestina yang berkuasa di Gaza, Hamas, melancarkan serangan ke sejumlah kota Israel pada akhir pekan lalu.
Hamas mengklaim serangan dengan nama Operasi Badai Al Aqsa itu untuk mengakhiri pendudukan terakhir di bumi. Serangan itu juga disebut balasan atas tindakan provokatif Israel di situs suci Yerusalem dan terhadap warga Palestina yang ditahan.
Setelah blokade diumumkan, komunitas internasional pun ramai-ramai mendesak Israel membuka blokade dan mendirikan koridor aman bagi warga sipil yang masih terisolir. Komunitas global juga mendesak Mesir mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, seiring dengan Mesir yang berbagi perbatasan dengan daerah kantong tersebut.
Kairo sendiri sudah menyatakan setuju untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza melalui Rafah. Kendati begitu, Mesir tak mengizinkan warga Gaza melarikan diri ke wilayahnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun