Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sirene Serangan Udara Bandara Israel Bunyi, Kanselir Jerman Dievakuasi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Sirene Serangan Udara Bandara Israel Bunyi, Kanselir Jerman Dievakuasi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kanselir Jerman Olaf Scholz terpaksa turun dari pesawatnya yang tengah parkir di Bandara Ben-Gurion, Tel Aviv, Israel, dan mengevakuasi ke tempat usai sirine yang memperingatkan ancaman serangan udara berbunyi sesaat sebelum terbang ke Mesir.
Baca juga:
India Tolak Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
Insiden ini terjadi pada Selasa (17/10) malam ketika perang Hamas vs Israel terus memanas. Sementara itu, Scholz tengah berada di Israel untuk menunjukkan solidaritas Jerman untuk Israel.
Sebuah klip video yang diunggah kantor berita Reuters menunjukkan para pejabat Jerman segera tiarap di samping pesawat kenegaraan Jerman ketika sirene berbunyi yang memperingatkan kemungkinan serangan roket.
Dikutip Al Jazeera, Kanselir Scholz terlihat dibawa aparat ke tempat perlindungan di bandara.
Scholz berada di Israel untuk menyampaikan solidaritas Jerman terhadap Israel kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Insiden terjadi kala dia hendak terbang ke Mesir untuk bertemu Presiden Abdel Fattah el-Sisi.
Insiden di Bandara Ben-Gurion terjadi segera setelah laporan serangan udara mematikan menerjang rumah sakit Al-Ahli di Jalur Gaza Palestina yang menewaskan lebih dari 500 orang.
Kelompok Hamas Palestina menuding Israel melancarkan serangan itu. Sementara itu, militer Israel membantah telah membombardir RS Al-Ahli.
Israel menuding gempuran ke RS Al-Ahli di Gaza itu disebabkan oleh sebuah roket milik kelompok militan Jihad Islam Palestina, sekutu Hamas, yang salah sasaran.
"Analisa menunjukkan bahwa rentetan roket ditembakkan oleh teroris di Gaza, dan melintas di dekat rumah sakit Ahli di Gaza pada saat serangan itu terjadi," kata militer Israel melalui pernyataan yang keluar dua jam setelah serangan mematikan tersebut.
"Informasi intelijen dari berbagai sumber yang kami miliki menunjukkan bahwa Jihad Islam bertanggung jawab atas kegagalan peluncuran roket yang akhirnya menghantam rumah sakit di Gaza," ucap militer Israel menambahkan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengatakan "teroris biadab di Gaza lah yang menyerang rumah sakit di Gaza, bukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel)."
Jihad Islam selama ini memang mengaku ikut berperang bersama Hamas untuk melawan Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan